Ternyata LDII Punya Menara Masjid Tertinggi di Indonesia
05 Nov 2013 | 14:00
Kata "menara" berasal dari Bahasa Arab"منارة" yang dibaca : manārah. Sedangkan menurut Wikipedia, menara ialah ialah sebuah struktur buatan manusia dan tingginya lebih dari lebarnya. Menara selalu dibangun untuk menjadi sebuah mercu tanda sebuah organisasi. Karena itu, menara dibangun dengan arsitektur indah dan cantik.
Lalu, apa tujuan pembangunan menara? Menara dibangun dengan tujuan untuk menguatkan tanah, pariwisata, dan menyebarkan bunyi (suara adzan dari masjid).
Penasaran dengan menara masjid tertinggi di Indonesia? Baca lanjutan artikel ini. Menara masjid tertinggi di Indonesia berdiri kokoh di Kediri, Jawa Timur. Tepatnya disisi utara Masjid Baitul A’la, Pondok Pesantren Wali Barokah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Sumber: Ponpes Wali Barokah LDII, Burengan, Kediri, Jawa Timur
Menara tersebut bernama “Menara Asmaul Husna”. Sesuai dengan namanya menara ini tingginya 99 (sembilan puluh sembilan) meter. Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang baik.

Sumber: Berdiri tegak
Pada bagian pucuk menara yang memiliki 23 lantai ini memiliki kubah yang berlapis emas seberat 60 kg.
Menara yang dibangun swadaya oleh warga LDII itu menelan dana hingga Rp 15,8 milyar.

Sumber: Puncak Menara Asmaul Husna, emas 60 kg
Anda dapat melihat Menara Asmaul Husna dari berbagai pelosok Kota Kediri. Sebaliknya, anda pun dapat melihat seluruh penjuru Kota Kediri dari ketinggian setiap balkon menara. Menara Asmaul Husna saat ini telah menjadi ikon Kota Kediri yang sangat indah dan mudah terlihat dari kejauhan. Bandingkan dengan Monas Jakarta yang tingginya 132 meter (433 ft).
Menara Asmaul Husna berdiri berdiri kokoh di sebelah utara Masjid Baitul 'Ala dan sebelah barat gedung asrama putri (astri) Ponpes Wali Barokah. Menara yang dahulu terbuat dari bambu yang diikat bertingkat-tingkat ini dirancang oleh Tim Perencanaan Ponpes Wali Barokah. Tim perancang dipimpin oleh H. Nurdin. Menara ini menjiblak bentuk menara Masjidil Harom yang ada di Mekah Al-Mukarromah.
Bangunan yang menjadi kebanggaan warga LDII ini memiliki 2 lantai sebagai struktur dasar, 5 ruas yang menonjol keluar menjadi teras dan 2 balkon yaitu teras yang beratap.
Menara Asmaul Husna mulai dikonstruksi pada Bulan Juli tahun 2000 dan selesai pada September 2003. Pada Jumat (23/01/2009) mantan Wapres RI, H. M. Jusuf Kallameresmikan menara Asmaul Husna tersebut.

Sumber: Publikasi media, Bapak JK resmikan Menara Asmaul Husna

Menara Agung "Asmaul Husna" tampak eksotis dalam sorotan cahaya yang bersinar terang dimalam hari. Begitupula relung balkon dan kubah tak kalah elok di siang hari.
Secara filosofi Menara Asmaul Husna merupakan identitas warga LDII. Disamping itu, Menara Asmaul Husna menjadi simbol kemurnian dan kebenaran agama islam yang dibawa oleh LDII.
Saat penulis mencoba naik ke atas menara maka penulis merasakan sensasi menegangkan. Angin yang bertiup dari sela-sela tembok menara mengibas-ngibas rambut. Kaki bergemetar saat penulis keluar ke teras. Kurang lebih penulis membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke puncak menara.

Sumber: Salah seorang pengunjung sedang berpose
Suatu keberuntungan jika anda dapat berkunjung kesana. Saat anda berada di atas menara maka pemandangan yang akan anda lihat sungguh menawan. Anda dapat melihat Stadion Brawijaya dengan jelas. Anda pula dapat melihat Pabrik Rokok Gudang Garam dan seantero Kota Kediri.

Sumber: Menara Asmaul Husna bersanding dengan cahaya purnama
Selasa, 5/11/2013







Tidak ada komentar:
Posting Komentar