Pilih kolom :

"Kami hanya ingin menegakkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits"

SANG PENENGAH

vnd.youtube:f5578lNYs8k?vndapp=youtube_mobile&vndclient=mv-google&vndel=watch

Sang penengah :

Dakwah test

HTML:
   

Pilih kolom :

Pilih kolom :

Pilih kolom :

Sabtu, 20 September 2014

Kebodohan Akar dari Kesesatan

kesesatan Kenapa di dunia ini banyak kesesatan dan kesyirikan? Praktek- praktek ibadah yang nampaknya pol tapi ternyata telah jauh menyimpang dari akidah. Para manusia yang menyembah patung. Umat yang mengkeramatkan kuburan. Keyakinan orang suci yang sudah mati bisa memberikan karomah dan syafa’at. Jawabnya adalah karena KEBODOHAN . Kebodohan adalah akar dari segala kesesatan dan kemusyrikan di dunia ini. Mereka adalah umat yang tidak dapat berpegang teguh pada ajaran Nabi dan Rasul Alloh. Coba simak ayat Alloh dalam Al-Quran Surah Nuh ayat 23. ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ ﺁﻟِﻬَﺘَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ ﻭَﺩًّﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺳُﻮَﺍﻋًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻐُﻮﺙَ ﻭَﻳَﻌُﻮﻕَ ﻭَﻧَﺴْﺮًﺍ ‏( 23 ‏) Mereka (kaum Nabi Nuh) berkata,”Janganlah kalian meninggalkan para sesembahan kalian dan juga jangan meninggalkan Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan Naser”. [SURAH NUH (71) AYAT 23] Siapakah Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan Naser? Mereka adalah orang-orang alim dan shalih yang semasa hidupnya selalu membimbing dan memberikan semangat umatnya untuk beribadah kepada Alloh. Seteleh semua panutan mereka itu meninggal dunia, maka para pengikutnya merasa kehilangan dan khawatir tidak bisa semangat lagi dalam ibadah. Maka dibuatlah lukisan atau patung tokoh- tokoh idola mereka itu dengan tujuan untuk mengenang ucapan mereka dan perbuatan baik mereka agar mereka tetap merasa mendapat tuntunan dan bersemangat dalam ibadah. Generasi berikutnya juga masih menyembah Alloh namun mereka mulai berlebihan mengagungkan patung-patung tersebut. Setelah berjalan beberapa generasi manakala para ahli ilmu, orang alim dan sholih telah tiada, yang tersisa hanya orang- orang bodoh. Saat itulah iblis menyesatkan hati mereka dengan membisikkan,”Orang- orang tuamu membuat patung ini dengan tujuan untuk meminta syafaat dari mereka agar lebih dekat dengan Alloh”. Akhirnya umat tersebut tersesat dengan menjadikan patung-patung tersebut sebagai perantara untuk mendapatkan syafaat di sisi Alloh. K ESESATAN Z AMAN AKHIR Dalam kontek zaman akhir sekarang ini, penyimpangan akidah adalah akibat umat yang tidak lagi mau berpegang teguh pada ajaran Rasulullah salallohu alaihi wassalaam yang tertuang dalam Kitabillah dan Sunnah Nabi yaitu Al-Quran dan Al-Hadist. Umat enggan mempelajari agama Islam dari sumber aslinya yaitu Quran dan Hadist. Masyarakat lebih suka mendengarkan ceramah-ceramah yang menghibur di media dari pada datang langsung mengkaji Kitab Alloh dan Sunnah Rasul di masjid. Generasi muda lebih suka membaca buku-buku karangan yang tidak jelas sumber dan kredibilitas pengarangnya dari pada belajar agama dari ulama-ulama shahih di lembaga pendidikan Islam, madrasah dan pesantren. ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄُﻣِّﻴِّﻴﻦَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ ‏( 2‏) Dia (Alloh) yang mengutus dalam umat yang BODOH beberapa Utusan dari golongan mereka, mereka (Utusan) membacakan kepada umatnya beberapa ayat Alloh dan mensucikan mereka dan mengajari mereka pada Kitab dan Hikmah (Sunnah Nabi) dan bahwasannya ada kalian sebelum itu niscaya dalam kesesatan yang nyata. [SURAH JUMU’AH (62) AYAT 2] Keengganan umat belajar agama dari sumber aslinya menjadikan mereka mudah dirasuki pemikiran-pemikiran yang jusru berlawanan dengan akidah dan syariat Islam. Kebodohan akan ilmu Quran dan Hadist membuat orang mudah disesatkan, dikaburkan pemahaman agamanya sehingga tidak bisa dibedakan antara benar dan salah. Banyak orang mengira telah mengamalkan agama dengan benar namun ternyata menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasulullah SAW. Perhatikan ayat Allah di bawah ini: ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺄَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ ‏( 103‏) ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ ‏( 104 ‏) Katakanlah (wahai Muhammad),”Maukah aku ceritakan pada kalian tentang orang-orang yang lebih merugi amalan-amalannya? Mereka orang-orang yang batal segala amalannya di dunia sedangkan mereka menganggap memperbaiki amalannya”. [SURAH AL-KAHFI (18) AYAT 103-104] Mengkultuskan seorang tokoh yang dianggap bisa memberi syafaat pada hari kiamat. Maka kuburannya selalu diziarahi, dimintai doa, hari kelahiran dan kematiannya diperingati, benda-benda yang terkait dengannya diagungkan dan dikeramatkan. Merasa hanya orang-orang tertentu yang bisa mendekat pada Alloh sedangkan manusia pada umumnya tidak akan mampu, sehingga menjadikan orang-orang khusus tersebut sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Keyakinan bahwa waliyulloh bukan sekedar perantara agama, namun waliyulloh diyakini bisa memberikan syafa’at, mengabulkan doa dan mengampuni dosa seseorang. Seorang waliyulloh bukan sekedar pemimpin atau guru besar pembawa hidayah Alloh namun diyakini waliyulloh bisa memberikan manfaat dan dapat menyebabkan mudlorot bagi seseorang. Semua keyakinan tersebut adalah bentuk kesesatan dan syirik pada zaman akhir yang tidak sesuai dengan petunjuk Alloh dan tuntunan Rasululloh SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist. M ENGKAJI Q URAN DAN H ADIST C EGAH KEBODOHAN DAN K ESESATAN Maka tidak dapat ditawar lagi bahwa setiap individu orang Islam harus mengkaji ajaran islam secara langsung dari sumber aslinya, Quran dan Hadist, agar terhindar dari kebodohan yang dapat menjerumuskan pada pemikiran-pemikiran, faham-faham dan pengamalan-pengamalan sesat yang tidak sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rasululloh SAW. Mengkaji dan memahami Kitabillah dan Sunnah Nabi juga akan mencegah umat mengamalkan agama berdasarkan ro’yinya, pendapat dan angan-angan sendiri tanpa dilandasi dalil Quran dan Hadist. Maka ketika umat meninggalakan ajaran Nabinya dan mengandalkan ro’yinya maka mereka sesat dan menyesatkan. Perhatikan hadist Nabi yang ditulis dalam Musnad Abi Ya’li Al- Mushali No. 5856. – 5856 ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﻬُﺬَﻳْﻞُ ﺑْﻦُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺍﻟْﺤِﻤَّﺎﻧِﻲُّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱُّ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏« ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺄُﻣَّﺔُ ﺑُﺮْﻫَﺔً ﺑِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﺑُﺮْﻫَﺔً ﺑِﺴُﻨَّﺔِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ ﻓَﻘَﺪْ ﺿَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ ‏» Sesuai dengan Firman Alloh dalam surah Fatir ayat 28, bahwa orang-orang yang benar-benar dapat bertaqwa kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu. Orang- orang bodoh ibadahnya hanya ikut-ikutan dan berorientasi pada manusia, pembimbingnya atau pimpinannya. Amalan-amalan yang berdasarkan pada Kitabillah dan Sunnah Nabi dijamin benarnya dan pasti mendapatkan surga. … ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ‏( 28‏) …sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha Pengampun. [SURAH FATIR (35) AYAT 28] ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ ‏( 153‏) Dan ini (Al-Quran) adalah jalanku yang lurus maka ikutilah ia, dan janganlah mengikuti setiap jalan maka akan terpecah belah kalian dari jalan Alloh, demikian Aku (Alloh) berwasiat pada kalian agar kalian bertaqwa. [SURAH AL-ANAM (6) AYAT 153] – 1874 ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻣُﺼْﻌَﺐٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ، ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ , ﻭَﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ﺻَﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴﻪ ﻭَﺳَﻠﻢ. … Rasulallohi alaihi wasallam bersabda:”Aku telah tinggalkan dalam kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selagi berpegang teguh pada keduanya: Kitaballoh dan sunnah NabiNya sholallohi ‘alaihi wasalam. [HADIST RIWAYAT MALIK]

Kesesatan LDII dan Islam Jamaah

Tag Islam Jamaah, kesesatan ldii, LDII, ldii sesat Twitter 1 Facebook Cetak Google Tahun 1970-an MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan dua fatwa identik yaitu Masalah Jama’ah-Khalifah dan Bai,at yang dianut oleh Jamaah Muslimin Hizbullah pimpinan Syeh Wali Al Fatah dan Fatwa tentang Islam Jamaah yang dimotori oleh KH. Nur Hasan Al-Ubaidah . Kedua fatwa tersebut memiliki esensi yang sama yaitu: Masalah Islam jamaah, Baiat dan Khalifah/ Amirul Mukminin. Dalam fatwa Masalah Jama’ah-Khalifah dan Bai’at, MUI hanya memberikan keterangan tentang istilah-istilah: Jama’ah, Khalifah dan Bai’at namun sama sekali tidak menyatakan kelompok tersebut menyimpang atau sesat. Dalam poin 4.1. fatwa tersebut menyatakan: “Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak, berkembang”. Dalam fatwa tersebut MUI TIDAK mengeluarkan larangan terhadap aliran tersebut. Sebaliknya, walaupun memiliki muatan yang sama persis, Fatwa tentang Islam Jamaah berisikan larangan terhadap kelompok aliran tersebut karena dianggap menyimpang atau sesat. Fatwa MUI tentang Islam Jamaah akhirnya terbukti menjadi batu sandungan dalam kerukunan umat beragama di alam demokrasi dan kebebasan saat ini. Beberapa pokok ajaran Islam jamaah yang menjadi kontrovesi itu adalah: 1. Faham ini menganggap bahwa umat Islam yang tidak termasuk Islam Jama’ah adalah termasuk 72 golongan yang pasti masuk neraka, 2. Umat Islam harus mengangkat “Amirul Mukminin” yang menjadi pusat pimpinan dan harus mentaatinya, 3. Umat Islam yang masuk golongan ini harus dibai’at dan setia kepada “Amirul Mukminin” dan dijamin masuk surga, 4. Ajaran Islam yang sah dan boleh dituruti hanya ajaran Islam yang bersumber dari “Amirul Mukminin”. 5. Pengikut aliran ini harus memutuskan hubungan dari golongan lain walaupun orang tuanya sendiri, 6. Tidak sah shalat di belakang orang yang bukan Islam Jama’ah, 7. Pakaian shalat pengikut Islam Jama’ah yang tersentuh oleh orang lain yang bukan pengikutnya harus disucikan, 8. Suami harus mengusahakan agar isterinya turut masuk golongan Islam Jama’ah, dan jika tidak mau maka perkawinannya harus diputuskan, 9. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang direstui oleh “Amirul Mukminin”, 10. dan khutbah yang sah bila dilafazkan dalam bahasa Arab. Semua generasi muda LDII saat ini, yang tidak tahu menahu tentang Islam Jamaah ataupun Darul Hadist , merasa bingung, dan tidak mengerti, bagaimana sebagian oknum masih mengaitkan keberadaan LDII dengan aliran Islam jamaah. PERTAMA , apabila benar bahwa LDII adalah jelmaan Islam Jamaah maka fatwa MUI tersebut adalah sesuatu yang perlu dipertanyakan. Landasan fatwa tersebut penuh dengan kebohongan, atau pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta. Fatwa tentang Islam Jamaah dikeluarkan dengan cukup serampangan. Larangan terhadap faham Islam Jamaah penuh dengan muatan politik dan kepentingan-kepentingan sebagian golongan. Pernyataan “Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu memancing- memancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan Negara”, misalnya, sama sekali tidak sesuai dengan fakta kondisi LDII. Semua program dan kegiatan LDII tidak pernah ada satupun yang berorientasi politik lebih-lebih tujuan untuk merebut kekuasaan. LDII adalah organisasi yang menjunjung tinggi dasar negara Pancasila dan UUD 1945 dan tidak diragukan lagi loyalitasnya pada pemerintah yang sah. Fatwa tersebut tidak sesuai dengan fakta itu sangat logis mengingat fungsi MUI saat itu yang belum sepenuhnya menjadi representasi umat Islam namun lebih sebagai bemper pemerintah orde baru yang terkenal sangat represif terhadap umat Islam. Asumsi KEDUA, apabila fatwa tersebut benar adanya maka LDII adalah BUKAN Islam Jamaah. Isu bahwa anggota Islam jamaah harus memutuskan hubungan dari golongan lain walaupun orang tuanya sendiri, itu tidak pernah terjadi di LDII. Ajaran LDII sebenarnya tidak berbeda dengan pemahaman umat Islam pada umumnya yang mewajibkan membina silaturahim dan hormat serta taat pada kedua orang tua. Saat inipun bisa dibuktikan, banyak keluarga jamaah LDII yang campuran, terdiri dari berbagai keyakinan namun tetap hidup berdampingan, rukun, dan harmonis. Jika ada yang bertanya apakah LDII berbentuk jamaah? Jawabnya tidak diragukan lagi, YA! Semua organisasi massa Islam di dunia ini adalah jamaah. Berjamaah adalah perintah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah azab. ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏«ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺍﻟﻔُﺮْﻗَﺔْ ﻋﺬﺍﺏ ‏» …sebagaimana sabda Nabi SAW: “Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah azab”. ﺑَﺎﺏُ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﻟُﺰُﻭﻡِ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ …، ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺑُﺤْﺒُﻮﺣَﺔَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻠْﻴَﻠْﺰَﻡُ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔَ،*… ‏[ ﺳﻨﻦ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦِ ‏] ‏[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ‏] : ﺻﺤﻴﺢ Barang siapa ingin di tengah-tengah Surga maka tetapilah jamaah Jamaah adalah perkumpulan umat Islam yang didalamnya diangkat seorang pemimpin dan masing-masing terikat dalam norma- norma dan aturan-aturan agama. Inti dari jamaah adalah PERSATUAN dan KEKUATAN. Oknum-oknum yang benci jamaah tidak lain adalah musuh Islam yang tidak ingin melihat umat Islam bersatu dan kuat. Apa jadinya kalau setiap orang Islam maunya beribadah sendiri-sendiri, tidak mau mengikatkan diri dalam perkumpulan umat Islam (Jamiatul Muslimin), tidak merasa memiliki pemimpin, tidak mau diatur dengan norma-norma, nilai-nilai yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadist? Dapat dipastikan bahwa satu generasi ke depan Islam hanya akan tinggal namanya karena itulah firqoh, pecah belah. Kekuatan Islam bukan karena banyaknya orang Islam. Kekuatan Islam ada di organisai-organisasi Islam. Tanpa ikatan organisasi yang terpimpin, umat Islam akan terpecah belah tidak memiliki kekuatan serta mudah diombang-ambingkan dan gampang dihancurkan. Islam telah tercerai-berai bahkan bentuknyapun tidak kelihatan. Bentuk asli Islam adalah JAMAAH. Bukan Islam kalau tidak berjamaah. Karena itu, jargon Ustadz Nur Maulana di TV bukanlah banyolan murahan penyegar suasana. Namun itu adalah kalimat mukjizat yang akan mempersatukan seluruh umat Islam di dunia. “Jamaa…. h, o, jamaah”

Kamis, 28 Agustus 2014

Ledek Pengadilan, Terdakwa Kasus ITE Hadirkan Saksi Ahli “Dunia Maya”

TABLOIDLUGAS.COM | Bekasi – Tampaknya informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang lebih umum bersinggungan dengan internet, memang difahami masyarakat awam sebagai dunia maya, tak terkecuali dengan Ustad Adam Amrullah. Sarjana ilmu komputer pelanggar UU ITE yang melakukan pencemaran nama baik terhadap Senkom Mitra Polri, ini menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli benar-benar yang urusannya dengan dunia maya alias alam gaib. Tercatat untuk kali kedua ia hadirkan saksi meringankan atas pelanggaran UU ITE yang menjeratnya. Namun lucunya, saksi ahli tersebut bukan ahli bidang ITE melainkan para ustad (guru mengaji). Pada sidang pekan lalu, yang dihadirkan adalah ustad Imam Nasa’i dan Ustad Imam Ismanto yang juga berprofesi sebagai satpam, dan pada sidang pekan ini, Senin (16/6) menghadirkan H. Dul Rachim Darmo, dan Ustad dari MUI H. Cholil Nafis. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Saryana dan dua hakim anggota Wahyu Setianingsih serta Fahimah Basyir. “Ya ustad kan urusannya juga sama dunia maya, yang ghaib- ghaib seperti jin, setan, surga, neraka… sama kan dengan internet?” tutur Roni, salah satu pengunjung, yang menilai terdakwa meledek pengadilan. Terdakwa Adam Amrullah terjerat pasal pelanggaran UU ITE akibat mengunggah video di youtube yang isinya mengaitkan Senkom dengan Islam Jamaah-sebuah perkumpulan pengajian yang menurut dokumen Kejaksaan Agung ada pada tahun 70-an, sedangkan Senkom sebuah ormas nasional dan terbuka, berbadan hukum sah, merupakan mitra kerja pemerintah yang baru berdiri tahun 2004 dan bergerak di bidang kamtibmas, kebencanaan serta bela Negara. Sejumlah kalangan melihat ini bagian dari cara kelompok yang terkait dengan terorisme menyerang kepentingan Polri dan pemerintah, yang secara kebetulan dilakukan terdakwa pada tahun lalu bersamaan dengan maraknya serangan- serangan terhadap anggota kepolisian pasca terbitnya buku Tadzkirah yang juga dikenal sebagai “baasyir code” di kalangan intelijen. Ormas lain yang juga mendapat tudingan Adam adalah LDII, organisasi keagamaan yang bersama 20 ormas islam lain tergabung dalam program deradikalisasi agama atau kontra terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam kesaksiannya Dul Rachim menyatakan bahwa antara Senkom dan LDII setiap bulan ada rapat, dan dana LDII juga mengalir ke Senkom untuk biaya operasional. Sebelumnya, Ketua Umum Senkom, Muhamad Sirot juga menjelaskan mengenai adanya MoU antara Senkom dan LDII. Sehingga menjadi suatu kewajaran dua organisasi berbeda yang memiliki kerjasama apabila secara berkala melakukan rapat pertemuan. Sejak kasus ini mengemuka, sejumlah unjuk rasa menuntut pembebasan Adam Amrullah juga dilakukan oleh JAT, MMI, FPI dan Forum Umat Islam Bekasi, bahkan sempat terjadi perusakan terhadap Kejaksaan Negeri Bekasi, dan beberapa pelaku ditahan. Terhadap para saksi yang diharapkan dapat meringankan terdakwa namun justru ikut melakukan pencemaran nama baik, statusnya tinggal menunggu waktu, naik status dari saksi menjadi tersangka. Dengan demikian terdakwa tidak lagi sendiri menjadi pesakitan. Saat ini, terdakwa Adam Amrullah yang merupakan tahanan kota PN Bekasi, adalah pegiat rukyah atau terapi alternatif yang kerap muncul usai subuh di acara Khazanah Trans7. [ L ]

Sidang Putusan Perkara Pencemaran LDII Berakhir Ricuh

TANJUNGPINANG--Sidang perkara pencemaran nama baik yang dilakukan Hazarulah Aswad, Sekretaris Forum Komunikasi Mesjid dan Mushalah terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berakhir ricuh, Rabu, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa. Massa FKMM dan LDII yang berada di dalam ruangan sidang nyaris bentrok setelah salah seorang pengurus LDII menunjuk tangannya ke arah Hazarulah. "Itu pendukung LDII, yang memprovokasi suasana sehingga bertambah panas," kata Hazarulah yang juga calon DPD dapil Kepri. Keputusan majelis hakim lebih tinggi 1,5 tahun dibanding tuntutan jaksa. Majelis hakim yang diketuai Antono Rustono buru-buru keluar dari ruangan sidang setelah terjadi keributan di ruangan sidang. Sementara Hazarulah sempat mengangkat kursi pengunjung di dalam ruang sidang, yang hendak dilemparkan ke arah salah seorang pengurus LDII. Namun aksi Hazarulah tersebut dapat dihentikan oleh pendukungnya dan juga pihak kepolisian. "Kami ajukan banding. Satu detik pun hukuman untuk saya, tetap saya tidak terima, karena ini persoalan Islam dan kebenaran," kata Hazarulah yang juga PNS di Departemen Agama Tanjungpinang. Dia mengungkapkan, keputusan hakim itu tidak objektif, lebih mengedepankan dendam dan nafsu. "Hakim miskin agama," katanya. Kasus pencemaran nama baik LDII terjadi pada 3 November 2007 ketika Hazarulah menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang bertemakan aliran sesat yang digelar RRI. Hazarulah menyebutkan ajaran LDII termasuk sesat. Itu berdasarkan buku-buku yang menjadi referensinya. Sementara hakim berpendapat, Hajarulah tidak memiliki hak menyebutkan LDII itu sesat. Lembaga yang berhak memutuskan LDII sesat ataupun tidak adalah MUI. Menurut hakim, LDII adalah lembaga resmi yang diakui MUI dan pemerintah. "Pernyataan Hazarulah di RRI itu dapat memecahkan persatuan bangsa dan menimbulkan keresahan warga LDII," kata Antomo Rustono. Hakim memutuskan, barang bukti berupa kaset dan lima buku yang menyebutkan ajaran LDII sesat milik Hazarulah dirampas untuk negara. "Kaset rekaman dialog interaktif di RRI dimusnahkan," kata Antono. Kuasa hukum LDII, Wa Ode Nur Zaenab mengatakan, keputusan majelis hakim mengejutkan bagi pengikut LDII. "Tapi kepuasan itu bukan pada lamanya hukuman yang diputuskan hakim, melainkan pada kebenaran bahwa LDII bukan aliran sesat sebagaimana yang ditudingkan berbagai pihak," kata Zaenab yang juga salah seorang pengurus Departemen Bidang Hukum LDII. Dia mengatakan, kasus yang sama juga terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bekasi. LDII selalu disudutkan oleh berbagai pihak. "Kasus LDII di Bekasi sudah diputuskan Mahkamah Agung. LDII menang," kata Zaenab. ant/pur

Sabtu, 23 Agustus 2014

Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia “Apakah anda ingin menguasai Ilmu Qur’an dan Hadist? Datang saja ke pengajian LDII terdekat atau langsung ke Pesantren-pesantren LDII di seluruh Indonesia” Mengaji Qur’an dan Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Mengaji Quran dan Hadist dilaksanakan secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di setiap kelompok pengajian LDII. Biasanya setiap desa / kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di bawah koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII. Materi pengajian adalah Al-Quran dan Al-Hadist. Untuk jamaah pada umumnya, agar mudah diamalkan, LDII mencetak Himpunan Hadist berdasarkan kitab atau kategori amalan tertentu, seperti: Kitabu Sholah, Kitabu Daawat, Kitabu Adab, Kitabu Manasik Haji dan lain-lain. Di LDII ada 15 Hadist Himpunan. Untuk level mubaligh dan ulama dalam LDII juga dikajikan Hadist Besar yang juga dikenal dengan Hadist Kutubu Sittah, terdiri dari: 1. Hadist Shohih Bukhari 2. Hadist Shohih Muslim 3. Hadist Sunan Abi Dawud 4. Hadist Sunan Nasa’i 5. Hadist Sunan Termidhi 6. Hadist Sunan Ibni Majah

Pantau LDII / ISLAM BERJAMAAH / QHJ

Wajibnya Mengkaji Quran dan Hadist Kewajiban mengaji Quran dan Hadist didasarkan pada dalil-dalil berikut: ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَـﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍْ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ “Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti sembarang jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”. [Surah Al An’am ayat 153] 3338/678 – ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻝَ : ‏«ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ‏( 1 ‏) ‏» . ﻣﻮﻃﺄ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ … sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”. [Hadist Imam Malik fii Mautho' No. 3338/678] ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮْﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ … ﺍﻷﻳﺔ* ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ ١١ “Alloh mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.” [Surah Al-Mujadalah Ayat 11] … ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ‏(28 ‏) …sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha Pengampun. [Surah Fatir (35) ayat 28] ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻻً . ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ﺃﻳﺔ ٣٦ “Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tahu ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di pertanyakan kegunaannya.” [Surah Al-Isro' Ayat 36] 5027 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺠَّﺎﺝُ ﺑْﻦُ ﻣِﻨْﻬَﺎﻝٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌْﺒَﺔُ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﻋَﻠْﻘَﻤَﺔُ ﺑْﻦُ ﻣَﺮْﺛَﺪٍ، ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺳَﻌْﺪَ ﺑْﻦَ ﻋُﺒَﻴْﺪَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺴُّﻠَﻤِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ‏» ﺭﻭﺍﻩ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ “Dari Nabi bersabda : “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al- Quran.” [Hadist Shohih Bukhori No. 5027 Kitabu Fadhoil Qur'an] 2885 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﻤْﺮﻭِ ﺑْﻦِ ﺍﻟﺴَّﺮْﺡِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺍﺑْﻦُ ﻭَﻫْﺐٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦُ ﺯِﻳَﺎﺩٍ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺭَﺍﻓِﻊٍ ﺍﻟﺘَّﻨُﻮﺧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ، ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ ﻓَﻀْﻞ : ﺁﻳَﺔٌ ﻣُﺤْﻜَﻤَﺔٌ، ﺃَﻭْ ﺳُﻨَّﺔٌ ﻗَﺎﺋِﻤَﺔٌ، ﺃَﻭْ ﻓَﺮِﻳﻀَﺔٌ ﻋَﺎﺩِﻟَﺔٌ “ __________ ‏[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ‏] : ﺿﻌﻴﻒ …sesungguhnya Rasulullah salallohu alaihi wasallam bersabda:”Ilmu itu ada tiga, selain tiga itu adalah tambahan (tidak wajib dicari) ayat yang untuk menghukumi (Al-Quran) atau sunah yang tegak (Sunnah Nabi) dan ilmu faroid yang adil”. [Hadist Abi Dawud No. 2885 Kitabu Faroid]

Jumat, 22 Agustus 2014

Media Dakwah di Dunia Maya

Media Dakwah di Dunia Maya Dalam melaksanakan dakwah secara online di dunia maya ini ada beberapa media yang bisa kita manfaatkan Dakwah melalui Internet. Banyak orang mengatakan bahwa jaringan internet itu lebih luas daripada dunia ini. Dan itu memang benar adanya. Oleh sebab itu, banyak orang yang memanfaatkan jasa internet untuk mencari informasi dari berbagai belahan dunia. Begitu juga dengan dakwah. Dimana pun kita berada kita tetap bisa mengakses situs dakwah yang ada di internet. Begitu pun apabila kita ingin berdakwah melalui internet, kita bisa membuat blog kecil-kecilan kemudian mengisinya dengan materi-materi agama Islam, persoalan sekitar agama Islam, Fiqh Islam, sampai pembahasan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Juga dengan beberapa kisah teladan. Contoh situs dakwah yang ada di internet adalah http://www.dakwahonline.com Dakwah melalui Handphone Memberikan ceramah-ceramah agama Islam atau yang biasa disebut dakwah kini juga semakin marak dilaksanakan melalui handphone. Yaitu dengan mengirimkan sms-sms yang berisi pernak-pernik ajaran agama Islam. Walaupun cara seperti ini semakin digalakkan, banyak orang yang tidak menyukai cara seperti ini. Hal ini dikarenakan biayanya cukup mahal yaitu jauh diatas biaya sms biasa. Dan apabila kita ingin ikut menyumbangkan beberapa tausyiah atau ilmu-ilmu keagamaan juga cukup sulit. Malah hampir dikatakan tidak bisa. Karena kita hanya bisa menjadi member atau anggota saja dan mendapatkan sms tausyiah saja, tanpa bisa menyumbang. Meskipun demikian, tidak sedikit juga orang yang menggandrungi sms dakwah melalui handphone yang juga bisa dikatakan system dakwah secara online. Pengajian secara Online Ada lagi media yang saat ini banyak dimanfaatkan kaum muslim di Indonesia untuk berdakwah, yaitu pengajian secara online. Disarankan pengajian online ini diikuti secara berkelompok, antara 10 sampai 12 orang, tidak perseorangan. Karena meskipun tidak ada larangan bagi perseorangan untuk ikut, akan lebih banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan cara berkelompok ini. Untuk bisa mengikuti Pengajian secara Online dengan baik setiap kelompok/orang minimum harus mempunyai komputer minimum Pentium 3, yang dilengkapi dengan sound system yang jelas, dan koneksi internet yang cukup cepat untuk mendengarkan Streaming Audio dengan Windows Media Player, dan Yahoo Messenger pada saat yang sama. Akan lebih baik lagi kalau komputer juga dilengkapi dengan mic, agar bisa berkomunikasi dengan suara (voice chat). //** [Sumber: http://nuansaonline.net/ %5D