"Kami hanya ingin menegakkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits"
Pilih kolom :
SANG PENENGAH
vnd.youtube:f5578lNYs8k?vndapp=youtube_mobile&vndclient=mv-google&vndel=watch
Sang penengah :
Pilih kolom :
Pilih kolom :
Pilih kolom :
Sabtu, 20 September 2014
Kebodohan Akar dari Kesesatan
kesesatan
Kenapa di
dunia ini
banyak
kesesatan
dan
kesyirikan?
Praktek-
praktek
ibadah yang
nampaknya
pol tapi
ternyata
telah jauh
menyimpang dari akidah. Para manusia yang
menyembah patung. Umat yang
mengkeramatkan kuburan. Keyakinan orang
suci yang sudah mati bisa memberikan
karomah dan syafa’at.
Jawabnya adalah karena KEBODOHAN .
Kebodohan adalah akar dari segala
kesesatan dan kemusyrikan di dunia ini.
Mereka adalah umat yang tidak dapat
berpegang teguh pada ajaran Nabi dan Rasul
Alloh. Coba simak ayat Alloh dalam Al-Quran
Surah Nuh ayat 23.
ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ ﺁﻟِﻬَﺘَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ
ﻭَﺩًّﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺳُﻮَﺍﻋًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻐُﻮﺙَ
ﻭَﻳَﻌُﻮﻕَ ﻭَﻧَﺴْﺮًﺍ ( 23 )
Mereka (kaum Nabi Nuh) berkata,”Janganlah
kalian meninggalkan para sesembahan kalian
dan juga jangan meninggalkan Wadd, Suwa’,
Yagutz, Ya’uq dan Naser”.
[SURAH NUH (71) AYAT 23]
Siapakah Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan
Naser? Mereka adalah orang-orang alim dan
shalih yang semasa hidupnya selalu
membimbing dan memberikan semangat
umatnya untuk beribadah kepada Alloh.
Seteleh semua panutan mereka itu
meninggal dunia, maka para pengikutnya
merasa kehilangan dan khawatir tidak bisa
semangat lagi dalam ibadah.
Maka dibuatlah lukisan atau patung tokoh-
tokoh idola mereka itu dengan tujuan untuk
mengenang ucapan mereka dan perbuatan
baik mereka agar mereka tetap merasa
mendapat tuntunan dan bersemangat dalam
ibadah.
Generasi berikutnya juga masih menyembah
Alloh namun mereka mulai berlebihan
mengagungkan patung-patung tersebut.
Setelah berjalan beberapa generasi
manakala para ahli ilmu, orang alim dan
sholih telah tiada, yang tersisa hanya orang-
orang bodoh. Saat itulah iblis menyesatkan
hati mereka dengan membisikkan,”Orang-
orang tuamu membuat patung ini dengan
tujuan untuk meminta syafaat dari mereka
agar lebih dekat dengan Alloh”.
Akhirnya umat tersebut tersesat dengan
menjadikan patung-patung tersebut sebagai
perantara untuk mendapatkan syafaat di sisi
Alloh.
K ESESATAN Z AMAN AKHIR
Dalam kontek zaman akhir sekarang ini,
penyimpangan akidah adalah akibat umat
yang tidak lagi mau berpegang teguh pada
ajaran Rasulullah salallohu alaihi wassalaam
yang tertuang dalam Kitabillah dan Sunnah
Nabi yaitu Al-Quran dan Al-Hadist.
Umat enggan mempelajari agama Islam dari
sumber aslinya yaitu Quran dan Hadist.
Masyarakat lebih suka mendengarkan
ceramah-ceramah yang menghibur di media
dari pada datang langsung mengkaji Kitab
Alloh dan Sunnah Rasul di masjid. Generasi
muda lebih suka membaca buku-buku
karangan yang tidak jelas sumber dan
kredibilitas pengarangnya dari pada belajar
agama dari ulama-ulama shahih di lembaga
pendidikan Islam, madrasah dan pesantren.
ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄُﻣِّﻴِّﻴﻦَ
ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ
ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ
ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ
ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ ( 2)
Dia (Alloh) yang mengutus dalam umat yang
BODOH beberapa Utusan dari golongan
mereka, mereka (Utusan) membacakan kepada
umatnya beberapa ayat Alloh dan mensucikan
mereka dan mengajari mereka pada Kitab dan
Hikmah (Sunnah Nabi) dan bahwasannya ada
kalian sebelum itu niscaya dalam kesesatan
yang nyata.
[SURAH JUMU’AH (62) AYAT 2]
Keengganan umat belajar agama dari
sumber aslinya menjadikan mereka mudah
dirasuki pemikiran-pemikiran yang jusru
berlawanan dengan akidah dan syariat Islam.
Kebodohan akan ilmu Quran dan Hadist
membuat orang mudah disesatkan,
dikaburkan pemahaman agamanya sehingga
tidak bisa dibedakan antara benar dan salah.
Banyak orang mengira telah mengamalkan
agama dengan benar namun ternyata
menyimpang dari tuntunan Allah dan
Rasulullah SAW. Perhatikan ayat Allah di
bawah ini:
ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺄَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ
ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ ( 103) ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ
ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ
( 104 )
Katakanlah (wahai Muhammad),”Maukah aku
ceritakan pada kalian tentang orang-orang
yang lebih merugi amalan-amalannya? Mereka
orang-orang yang batal segala amalannya di
dunia sedangkan mereka menganggap
memperbaiki amalannya”.
[SURAH AL-KAHFI (18) AYAT 103-104]
Mengkultuskan seorang tokoh yang dianggap
bisa memberi syafaat pada hari kiamat.
Maka kuburannya selalu diziarahi, dimintai
doa, hari kelahiran dan kematiannya
diperingati, benda-benda yang terkait
dengannya diagungkan dan dikeramatkan.
Merasa hanya orang-orang tertentu yang
bisa mendekat pada Alloh sedangkan
manusia pada umumnya tidak akan mampu,
sehingga menjadikan orang-orang khusus
tersebut sebagai perantara untuk
mendekatkan diri kepada Alloh.
Keyakinan bahwa waliyulloh bukan sekedar
perantara agama, namun waliyulloh diyakini
bisa memberikan syafa’at, mengabulkan doa
dan mengampuni dosa seseorang. Seorang
waliyulloh bukan sekedar pemimpin atau
guru besar pembawa hidayah Alloh namun
diyakini waliyulloh bisa memberikan manfaat
dan dapat menyebabkan mudlorot bagi
seseorang.
Semua keyakinan tersebut adalah bentuk
kesesatan dan syirik pada zaman akhir yang
tidak sesuai dengan petunjuk Alloh dan
tuntunan Rasululloh SAW dalam Al-Quran
dan Al-Hadist.
M ENGKAJI Q URAN DAN H ADIST
C EGAH KEBODOHAN DAN
K ESESATAN
Maka tidak dapat ditawar lagi bahwa setiap
individu orang Islam harus mengkaji ajaran
islam secara langsung dari sumber aslinya,
Quran dan Hadist, agar terhindar dari
kebodohan yang dapat menjerumuskan pada
pemikiran-pemikiran, faham-faham dan
pengamalan-pengamalan sesat yang tidak
sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rasululloh
SAW.
Mengkaji dan memahami Kitabillah dan
Sunnah Nabi juga akan mencegah umat
mengamalkan agama berdasarkan ro’yinya,
pendapat dan angan-angan sendiri tanpa
dilandasi dalil Quran dan Hadist. Maka ketika
umat meninggalakan ajaran Nabinya dan
mengandalkan ro’yinya maka mereka sesat
dan menyesatkan. Perhatikan hadist Nabi
yang ditulis dalam Musnad Abi Ya’li Al-
Mushali No. 5856.
– 5856 ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﻬُﺬَﻳْﻞُ ﺑْﻦُ
ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺍﻟْﺤِﻤَّﺎﻧِﻲُّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ
ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱُّ، ﻋَﻦِ
ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ،
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : « ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺄُﻣَّﺔُ ﺑُﺮْﻫَﺔً
ﺑِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﺑُﺮْﻫَﺔً
ﺑِﺴُﻨَّﺔِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ
ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ ﻓَﻘَﺪْ
ﺿَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ »
Sesuai dengan Firman Alloh dalam surah
Fatir ayat 28, bahwa orang-orang yang
benar-benar dapat bertaqwa kepada Allah
adalah orang-orang yang berilmu. Orang-
orang bodoh ibadahnya hanya ikut-ikutan
dan berorientasi pada manusia,
pembimbingnya atau pimpinannya.
Amalan-amalan yang berdasarkan pada
Kitabillah dan Sunnah Nabi dijamin benarnya
dan pasti mendapatkan surga.
… ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ
ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ( 28)
…sesungguhnya yang takut kepada Alloh
adalah dari hambaNya yang berilmu
sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha
Pengampun.
[SURAH FATIR (35) AYAT 28]
ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ
ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ
ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ
ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ ( 153)
Dan ini (Al-Quran) adalah jalanku yang lurus
maka ikutilah ia, dan janganlah mengikuti
setiap jalan maka akan terpecah belah kalian
dari jalan Alloh, demikian Aku (Alloh)
berwasiat pada kalian agar kalian bertaqwa.
[SURAH AL-ANAM (6) AYAT 153]
– 1874 ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻣُﺼْﻌَﺐٍ،
ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ، ﺃَﻥَّ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ،
ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ :
ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ , ﻭَﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ﺻَﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴﻪ ﻭَﺳَﻠﻢ.
… Rasulallohi alaihi wasallam bersabda:”Aku
telah tinggalkan dalam kalian dua perkara,
kalian tidak akan tersesat selagi berpegang
teguh pada keduanya: Kitaballoh dan sunnah
NabiNya sholallohi ‘alaihi wasalam.
[HADIST RIWAYAT MALIK]
Kesesatan LDII dan Islam Jamaah
Tag
Islam
Jamaah,
kesesatan
ldii, LDII,
ldii sesat
Twitter 1 Facebook Cetak
Google
Tahun 1970-an MUI (Majelis Ulama
Indonesia) mengeluarkan dua fatwa identik
yaitu Masalah Jama’ah-Khalifah dan Bai,at
yang dianut oleh Jamaah Muslimin Hizbullah
pimpinan Syeh Wali Al Fatah dan Fatwa
tentang Islam Jamaah yang dimotori oleh
KH. Nur Hasan Al-Ubaidah . Kedua fatwa
tersebut memiliki esensi yang sama yaitu:
Masalah Islam jamaah, Baiat dan Khalifah/
Amirul Mukminin.
Dalam fatwa Masalah Jama’ah-Khalifah dan
Bai’at, MUI hanya memberikan keterangan
tentang istilah-istilah: Jama’ah, Khalifah dan
Bai’at namun sama sekali tidak menyatakan
kelompok tersebut menyimpang atau sesat.
Dalam poin 4.1. fatwa tersebut menyatakan:
“Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya
mempunyai pengikut terbatas dan tidak,
berkembang”. Dalam fatwa tersebut MUI
TIDAK mengeluarkan larangan terhadap
aliran tersebut.
Sebaliknya, walaupun memiliki muatan yang
sama persis, Fatwa tentang Islam Jamaah
berisikan larangan terhadap kelompok aliran
tersebut karena dianggap menyimpang atau
sesat.
Fatwa MUI tentang Islam Jamaah akhirnya
terbukti menjadi batu sandungan dalam
kerukunan umat beragama di alam
demokrasi dan kebebasan saat ini. Beberapa
pokok ajaran Islam jamaah yang menjadi
kontrovesi itu adalah:
1. Faham ini menganggap bahwa umat
Islam yang tidak termasuk Islam
Jama’ah adalah termasuk 72 golongan
yang pasti masuk neraka,
2. Umat Islam harus mengangkat “Amirul
Mukminin” yang menjadi pusat pimpinan
dan harus mentaatinya,
3. Umat Islam yang masuk golongan ini
harus dibai’at dan setia kepada “Amirul
Mukminin” dan dijamin masuk surga,
4. Ajaran Islam yang sah dan boleh dituruti
hanya ajaran Islam yang bersumber dari
“Amirul Mukminin”.
5. Pengikut aliran ini harus memutuskan
hubungan dari golongan lain walaupun
orang tuanya sendiri,
6. Tidak sah shalat di belakang orang yang
bukan Islam Jama’ah,
7. Pakaian shalat pengikut Islam Jama’ah
yang tersentuh oleh orang lain yang
bukan pengikutnya harus disucikan,
8. Suami harus mengusahakan agar
isterinya turut masuk golongan Islam
Jama’ah, dan jika tidak mau maka
perkawinannya harus diputuskan,
9. Perkawinan yang sah adalah perkawinan
yang direstui oleh “Amirul Mukminin”,
10. dan khutbah yang sah bila dilafazkan
dalam bahasa Arab.
Semua generasi muda LDII saat ini, yang
tidak tahu menahu tentang Islam Jamaah
ataupun Darul Hadist , merasa bingung, dan
tidak mengerti, bagaimana sebagian oknum
masih mengaitkan keberadaan LDII dengan
aliran Islam jamaah.
PERTAMA , apabila benar bahwa LDII adalah
jelmaan Islam Jamaah maka fatwa MUI
tersebut adalah sesuatu yang perlu
dipertanyakan. Landasan fatwa tersebut
penuh dengan kebohongan, atau pernyataan
yang tidak sesuai dengan fakta. Fatwa
tentang Islam Jamaah dikeluarkan dengan
cukup serampangan. Larangan terhadap
faham Islam Jamaah penuh dengan muatan
politik dan kepentingan-kepentingan
sebagian golongan.
Pernyataan “Bahwa ajaran Islam Jama’ah,
Darul Hadits (atau apapun nama yang
dipakainya) adalah ajaran yang sangat
bertentangan dengan ajaran Islam yang
sebenarnya dan penyiarannya itu memancing-
memancing timbulnya keresahan yang akan
mengganggu kestabilan Negara”, misalnya,
sama sekali tidak sesuai dengan fakta
kondisi LDII. Semua program dan kegiatan
LDII tidak pernah ada satupun yang
berorientasi politik lebih-lebih tujuan untuk
merebut kekuasaan. LDII adalah organisasi
yang menjunjung tinggi dasar negara
Pancasila dan UUD 1945 dan tidak diragukan
lagi loyalitasnya pada pemerintah yang sah.
Fatwa tersebut tidak sesuai dengan fakta itu
sangat logis mengingat fungsi MUI saat itu
yang belum sepenuhnya menjadi
representasi umat Islam namun lebih
sebagai bemper pemerintah orde baru yang
terkenal sangat represif terhadap umat
Islam.
Asumsi KEDUA, apabila fatwa tersebut benar
adanya maka LDII adalah BUKAN Islam
Jamaah. Isu bahwa anggota Islam jamaah
harus memutuskan hubungan dari golongan
lain walaupun orang tuanya sendiri, itu tidak
pernah terjadi di LDII. Ajaran LDII
sebenarnya tidak berbeda dengan
pemahaman umat Islam pada umumnya
yang mewajibkan membina silaturahim dan
hormat serta taat pada kedua orang tua.
Saat inipun bisa dibuktikan, banyak keluarga
jamaah LDII yang campuran, terdiri dari
berbagai keyakinan namun tetap hidup
berdampingan, rukun, dan harmonis.
Jika ada yang bertanya apakah LDII
berbentuk jamaah? Jawabnya tidak
diragukan lagi, YA!
Semua organisasi massa Islam di dunia ini
adalah jamaah. Berjamaah adalah perintah
wajib yang harus dilaksanakan oleh umat
Islam. Jamaah adalah rahmat dan
perpecahan adalah azab.
ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :
«ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺍﻟﻔُﺮْﻗَﺔْ
ﻋﺬﺍﺏ »
…sebagaimana sabda Nabi SAW: “Jamaah
adalah rahmat dan perpecahan adalah azab”.
ﺑَﺎﺏُ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﻟُﺰُﻭﻡِ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ
…، ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺑُﺤْﺒُﻮﺣَﺔَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ
ﻓَﻠْﻴَﻠْﺰَﻡُ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔَ،*… [ ﺳﻨﻦ
ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦِ ]
[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ] : ﺻﺤﻴﺢ
Barang siapa ingin di tengah-tengah Surga
maka tetapilah jamaah
Jamaah adalah perkumpulan umat Islam
yang didalamnya diangkat seorang pemimpin
dan masing-masing terikat dalam norma-
norma dan aturan-aturan agama. Inti dari
jamaah adalah PERSATUAN dan KEKUATAN.
Oknum-oknum yang benci jamaah tidak lain
adalah musuh Islam yang tidak ingin melihat
umat Islam bersatu dan kuat.
Apa jadinya kalau setiap orang Islam maunya
beribadah sendiri-sendiri, tidak mau
mengikatkan diri dalam perkumpulan umat
Islam (Jamiatul Muslimin), tidak merasa
memiliki pemimpin, tidak mau diatur dengan
norma-norma, nilai-nilai yang berlandaskan
Al-Quran dan Al-Hadist? Dapat dipastikan
bahwa satu generasi ke depan Islam hanya
akan tinggal namanya karena itulah firqoh,
pecah belah.
Kekuatan Islam bukan karena banyaknya
orang Islam. Kekuatan Islam ada di
organisai-organisasi Islam. Tanpa ikatan
organisasi yang terpimpin, umat Islam akan
terpecah belah tidak memiliki kekuatan serta
mudah diombang-ambingkan dan gampang
dihancurkan. Islam telah tercerai-berai
bahkan bentuknyapun tidak kelihatan.
Bentuk asli Islam adalah JAMAAH. Bukan
Islam kalau tidak berjamaah.
Karena itu, jargon Ustadz Nur Maulana di TV
bukanlah banyolan murahan penyegar
suasana. Namun itu adalah kalimat mukjizat
yang akan mempersatukan seluruh umat
Islam di dunia.
“Jamaa…. h, o, jamaah”
Kamis, 28 Agustus 2014
Ledek Pengadilan, Terdakwa Kasus ITE Hadirkan Saksi Ahli “Dunia Maya”
TABLOIDLUGAS.COM | Bekasi – Tampaknya informasi dan
transaksi elektronik (ITE) yang lebih umum bersinggungan
dengan internet, memang difahami masyarakat awam sebagai
dunia maya, tak terkecuali dengan Ustad Adam Amrullah.
Sarjana ilmu komputer pelanggar UU ITE yang melakukan
pencemaran nama baik terhadap Senkom Mitra Polri, ini
menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli benar-benar yang
urusannya dengan dunia maya alias alam gaib.
Tercatat untuk kali kedua ia hadirkan saksi meringankan atas
pelanggaran UU ITE yang menjeratnya. Namun lucunya, saksi
ahli tersebut bukan ahli bidang ITE melainkan para ustad
(guru mengaji). Pada sidang pekan lalu, yang dihadirkan
adalah ustad Imam Nasa’i dan Ustad Imam Ismanto yang
juga berprofesi sebagai satpam, dan pada sidang pekan ini,
Senin (16/6) menghadirkan H. Dul Rachim Darmo, dan Ustad
dari MUI H. Cholil Nafis. Sidang dipimpin ketua majelis hakim
Saryana dan dua hakim anggota Wahyu Setianingsih serta
Fahimah Basyir.
“Ya ustad kan urusannya juga sama dunia maya, yang ghaib-
ghaib seperti jin, setan, surga, neraka… sama kan dengan
internet?” tutur Roni, salah satu pengunjung, yang menilai
terdakwa meledek pengadilan.
Terdakwa Adam Amrullah terjerat pasal pelanggaran UU ITE
akibat mengunggah video di youtube yang isinya mengaitkan
Senkom dengan Islam Jamaah-sebuah perkumpulan
pengajian yang menurut dokumen Kejaksaan Agung ada pada
tahun 70-an, sedangkan Senkom sebuah ormas nasional dan
terbuka, berbadan hukum sah, merupakan mitra kerja
pemerintah yang baru berdiri tahun 2004 dan bergerak di
bidang kamtibmas, kebencanaan serta bela Negara.
Sejumlah kalangan melihat ini bagian dari cara kelompok
yang terkait dengan terorisme menyerang kepentingan Polri
dan pemerintah, yang secara kebetulan dilakukan terdakwa
pada tahun lalu bersamaan dengan maraknya serangan-
serangan terhadap anggota kepolisian pasca terbitnya buku
Tadzkirah yang juga dikenal sebagai “baasyir code” di
kalangan intelijen.
Ormas lain yang juga mendapat tudingan Adam adalah LDII,
organisasi keagamaan yang bersama 20 ormas islam lain
tergabung dalam program deradikalisasi agama atau kontra
terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT).
Dalam kesaksiannya Dul Rachim menyatakan bahwa antara
Senkom dan LDII setiap bulan ada rapat, dan dana LDII juga
mengalir ke Senkom untuk biaya operasional.
Sebelumnya, Ketua Umum Senkom, Muhamad Sirot juga
menjelaskan mengenai adanya MoU antara Senkom dan LDII.
Sehingga menjadi suatu kewajaran dua organisasi berbeda
yang memiliki kerjasama apabila secara berkala melakukan
rapat pertemuan.
Sejak kasus ini mengemuka, sejumlah unjuk rasa menuntut
pembebasan Adam Amrullah juga dilakukan oleh JAT, MMI,
FPI dan Forum Umat Islam Bekasi, bahkan sempat terjadi
perusakan terhadap Kejaksaan Negeri Bekasi, dan beberapa
pelaku ditahan.
Terhadap para saksi yang diharapkan dapat meringankan
terdakwa namun justru ikut melakukan pencemaran nama
baik, statusnya tinggal menunggu waktu, naik status dari
saksi menjadi tersangka. Dengan demikian terdakwa tidak
lagi sendiri menjadi pesakitan.
Saat ini, terdakwa Adam Amrullah yang merupakan tahanan
kota PN Bekasi, adalah pegiat rukyah atau terapi alternatif
yang kerap muncul usai subuh di acara Khazanah Trans7. [ L ]
Sidang Putusan Perkara Pencemaran LDII Berakhir Ricuh
TANJUNGPINANG--Sidang perkara pencemaran nama baik
yang dilakukan Hazarulah Aswad, Sekretaris Forum
Komunikasi Mesjid dan Mushalah terhadap Lembaga Dakwah
Islam Indonesia (LDII) berakhir ricuh, Rabu, setelah Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan
hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa.
Massa FKMM dan LDII yang berada di dalam ruangan sidang
nyaris bentrok setelah salah seorang pengurus LDII menunjuk
tangannya ke arah Hazarulah.
"Itu pendukung LDII, yang memprovokasi suasana sehingga
bertambah panas," kata Hazarulah yang juga calon DPD dapil
Kepri.
Keputusan majelis hakim lebih tinggi 1,5 tahun dibanding
tuntutan jaksa. Majelis hakim yang diketuai Antono Rustono
buru-buru keluar dari ruangan sidang setelah terjadi keributan
di ruangan sidang.
Sementara Hazarulah sempat mengangkat kursi pengunjung
di dalam ruang sidang, yang hendak dilemparkan ke arah
salah seorang pengurus LDII. Namun aksi Hazarulah tersebut
dapat dihentikan oleh pendukungnya dan juga pihak
kepolisian.
"Kami ajukan banding. Satu detik pun hukuman untuk saya,
tetap saya tidak terima, karena ini persoalan Islam dan
kebenaran," kata Hazarulah yang juga PNS di Departemen
Agama Tanjungpinang.
Dia mengungkapkan, keputusan hakim itu tidak objektif, lebih
mengedepankan dendam dan nafsu.
"Hakim miskin agama," katanya.
Kasus pencemaran nama baik LDII terjadi pada 3 November
2007 ketika Hazarulah menjadi narasumber dalam dialog
interaktif yang bertemakan aliran sesat yang digelar RRI.
Hazarulah menyebutkan ajaran LDII termasuk sesat. Itu
berdasarkan buku-buku yang menjadi referensinya.
Sementara hakim berpendapat, Hajarulah tidak memiliki hak
menyebutkan LDII itu sesat. Lembaga yang berhak
memutuskan LDII sesat ataupun tidak adalah MUI.
Menurut hakim, LDII adalah lembaga resmi yang diakui MUI
dan pemerintah.
"Pernyataan Hazarulah di RRI itu dapat memecahkan
persatuan bangsa dan menimbulkan keresahan warga LDII,"
kata Antomo Rustono.
Hakim memutuskan, barang bukti berupa kaset dan lima buku
yang menyebutkan ajaran LDII sesat milik Hazarulah dirampas
untuk negara.
"Kaset rekaman dialog interaktif di RRI dimusnahkan," kata
Antono.
Kuasa hukum LDII, Wa Ode Nur Zaenab mengatakan,
keputusan majelis hakim mengejutkan bagi pengikut LDII.
"Tapi kepuasan itu bukan pada lamanya hukuman yang
diputuskan hakim, melainkan pada kebenaran bahwa LDII
bukan aliran sesat sebagaimana yang ditudingkan berbagai
pihak," kata Zaenab yang juga salah seorang pengurus
Departemen Bidang Hukum LDII.
Dia mengatakan, kasus yang sama juga terjadi di beberapa
daerah, termasuk di Bekasi. LDII selalu disudutkan oleh
berbagai pihak.
"Kasus LDII di Bekasi sudah diputuskan Mahkamah Agung.
LDII menang," kata Zaenab. ant/pur
Sabtu, 23 Agustus 2014
Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII –
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
“Apakah anda ingin menguasai Ilmu Qur’an dan Hadist?
Datang saja ke pengajian LDII terdekat atau langsung ke
Pesantren-pesantren LDII di seluruh Indonesia”
Mengaji Qur’an dan Hadist merupakan program pertama
dan paling utama dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam
Indonesia). Mengaji Quran dan Hadist dilaksanakan
secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di setiap
kelompok pengajian LDII. Biasanya setiap desa /
kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di bawah
koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII.
Materi pengajian adalah Al-Quran dan Al-Hadist. Untuk
jamaah pada umumnya, agar mudah diamalkan, LDII
mencetak Himpunan Hadist berdasarkan kitab atau
kategori amalan tertentu, seperti: Kitabu Sholah, Kitabu
Daawat, Kitabu Adab, Kitabu Manasik Haji dan lain-lain. Di
LDII ada 15 Hadist Himpunan. Untuk level mubaligh dan
ulama dalam LDII juga dikajikan Hadist Besar yang juga
dikenal dengan Hadist Kutubu Sittah, terdiri dari:
1. Hadist Shohih Bukhari
2. Hadist Shohih Muslim
3. Hadist Sunan Abi
Dawud
4. Hadist Sunan Nasa’i
5. Hadist Sunan Termidhi
6. Hadist Sunan Ibni
Majah
Pantau LDII / ISLAM BERJAMAAH / QHJ
Wajibnya Mengkaji Quran dan Hadist
Kewajiban mengaji Quran dan Hadist didasarkan pada
dalil-dalil berikut:
ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَـﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ
ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍْ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦ
ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ
ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu
yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti
sembarang jalan, maka akan tersesat kamu sekalian
dari jalan Allah”.
[Surah Al An’am ayat 153]
3338/678 – ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ﺃَﻥَّ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻗَﺎﻝَ : «ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ
ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺳُﻨَّﺔَ
ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ( 1 ) » . ﻣﻮﻃﺄ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ
… sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Aku
(Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian
dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti
benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya,
yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al
Hadist)”.
[Hadist Imam Malik fii Mautho' No. 3338/678]
ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ
ﺃُﻭﺗُﻮْﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ … ﺍﻷﻳﺔ* ﺳﻮﺭﺓ
ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ ١١
“Alloh mengangkat derajatnya orang-orang yang
beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.”
[Surah Al-Mujadalah Ayat 11]
… ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ
ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ (28 )
…sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari
hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha
Mulya Maha Pengampun.
[Surah Fatir (35) ayat 28]
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ
ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ
ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ
ﻣَﺴْﺌُﻮﻻً . ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ﺃﻳﺔ ٣٦
“Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan
yang mana kamu belum tahu ilmunya, ketahuilah
sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan
penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di
pertanyakan kegunaannya.”
[Surah Al-Isro' Ayat 36]
5027 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺠَّﺎﺝُ ﺑْﻦُ ﻣِﻨْﻬَﺎﻝٍ،
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌْﺒَﺔُ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﻋَﻠْﻘَﻤَﺔُ
ﺑْﻦُ ﻣَﺮْﺛَﺪٍ، ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺳَﻌْﺪَ ﺑْﻦَ ﻋُﺒَﻴْﺪَﺓَ،
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺴُّﻠَﻤِﻲِّ، ﻋَﻦْ
ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ :
« ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ
ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ» ﺭﻭﺍﻩ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ
“Dari Nabi bersabda : “Sebaik-baiknya kalian adalah
orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al-
Quran.”
[Hadist Shohih Bukhori No. 5027 Kitabu Fadhoil
Qur'an]
2885 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﻤْﺮﻭِ ﺑْﻦِ
ﺍﻟﺴَّﺮْﺡِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺍﺑْﻦُ ﻭَﻫْﺐٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ
ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦُ ﺯِﻳَﺎﺩٍ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ
ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺭَﺍﻓِﻊٍ ﺍﻟﺘَّﻨُﻮﺧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ”
ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ، ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ
ﻓَﻀْﻞ : ﺁﻳَﺔٌ ﻣُﺤْﻜَﻤَﺔٌ، ﺃَﻭْ ﺳُﻨَّﺔٌ ﻗَﺎﺋِﻤَﺔٌ،
ﺃَﻭْ ﻓَﺮِﻳﻀَﺔٌ ﻋَﺎﺩِﻟَﺔٌ “
__________
[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ] : ﺿﻌﻴﻒ
…sesungguhnya Rasulullah salallohu alaihi wasallam
bersabda:”Ilmu itu ada tiga, selain tiga itu adalah
tambahan (tidak wajib dicari) ayat yang untuk
menghukumi (Al-Quran) atau sunah yang tegak
(Sunnah Nabi) dan ilmu faroid yang adil”.
[Hadist Abi Dawud No. 2885 Kitabu Faroid]
Jumat, 22 Agustus 2014
Media Dakwah di Dunia Maya
Media Dakwah di Dunia Maya
Dalam melaksanakan dakwah secara online di dunia maya
ini ada beberapa media yang bisa kita manfaatkan
Dakwah melalui Internet.
Banyak orang mengatakan bahwa jaringan internet itu
lebih luas daripada dunia ini. Dan itu memang benar
adanya. Oleh sebab itu, banyak orang yang memanfaatkan
jasa internet untuk mencari informasi dari berbagai
belahan dunia. Begitu juga dengan dakwah. Dimana pun
kita berada kita tetap bisa mengakses situs dakwah yang
ada di internet.
Begitu pun apabila kita ingin berdakwah melalui internet,
kita bisa membuat blog kecil-kecilan kemudian
mengisinya dengan materi-materi agama Islam, persoalan
sekitar agama Islam, Fiqh Islam, sampai pembahasan
ayat-ayat suci Al-Qur’an. Juga dengan beberapa kisah
teladan. Contoh situs dakwah yang ada di internet adalah
http://www.dakwahonline.com
Dakwah melalui Handphone
Memberikan ceramah-ceramah agama Islam atau yang
biasa disebut dakwah kini juga semakin marak
dilaksanakan melalui handphone. Yaitu dengan
mengirimkan sms-sms yang berisi pernak-pernik ajaran
agama Islam. Walaupun cara seperti ini semakin
digalakkan, banyak orang yang tidak menyukai cara
seperti ini. Hal ini dikarenakan biayanya cukup mahal
yaitu jauh diatas biaya sms biasa. Dan apabila kita ingin
ikut menyumbangkan beberapa tausyiah atau ilmu-ilmu
keagamaan juga cukup sulit. Malah hampir dikatakan
tidak bisa. Karena kita hanya bisa menjadi member atau
anggota saja dan mendapatkan sms tausyiah saja, tanpa
bisa menyumbang. Meskipun demikian, tidak sedikit juga
orang yang menggandrungi sms dakwah melalui
handphone yang juga bisa dikatakan system dakwah
secara online.
Pengajian secara Online
Ada lagi media yang saat ini banyak dimanfaatkan kaum
muslim di Indonesia untuk berdakwah, yaitu pengajian
secara online. Disarankan pengajian online ini diikuti
secara berkelompok, antara 10 sampai 12 orang, tidak
perseorangan. Karena meskipun tidak ada larangan bagi
perseorangan untuk ikut, akan lebih banyak manfaat yang
bisa didapatkan dengan cara berkelompok ini.
Untuk bisa mengikuti Pengajian secara Online dengan
baik setiap kelompok/orang minimum harus mempunyai
komputer minimum Pentium 3, yang dilengkapi dengan
sound system yang jelas, dan koneksi internet yang cukup
cepat untuk mendengarkan Streaming Audio dengan
Windows Media Player, dan Yahoo Messenger pada saat
yang sama. Akan lebih baik lagi kalau komputer juga
dilengkapi dengan mic, agar bisa berkomunikasi dengan
suara (voice chat). //** [Sumber: http://nuansaonline.net/
%5D
Mari Mengaji Online di TV Dakwah Online
Mari Mengaji Online di TV Dakwah Online
Setelah sebelumnya hanya bisa diakses dengan lancar
oleh netter di Indonesia, mulai hari ini Alhamdulillah TV
Lantabur sudah bisa diakses 24 jam dari luar Indonesia.
Artinya TV dakwah online bisa diakse di seluruh dunia.
Silahkan bagi yang ingin mengaji Al-Qur’an dan Al-Hadits
secara online bisa akses http://
www.lantabur.tv . Semoga bermanfaat untuk
menambah sekaligus memperdalam pemahaman kita akan
Quran dan Hadits.
Putusan Perkara Pidana Penghinaan Terhadap LDII
Putusan Perkara Pidana Penghinaan
Terhadap LDII
DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN!!!
Putusan Mahkamah Agung RI No. 2312 K/Pid/2009
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2312 K/
Pid/2009 yang telah berkekuatan hukum tetap tentang
Tindak Pidana Dimuka Umum Menyatakan Permusuhan
terhadap LDII melalui buku / media cetak / media elektronik
dll. Menetapkan barang bukti berupa 5 (lima) buku copy
berjudul:
1. CAPITA SELEKTA ALIRAN SEMPALAN DI
INDONESIA
2. BAHAYA ISLAM JAMAAH LEMKARI LDII
3. KUPAS TUNTAS KESESATAN & KEBOHONGAN LDII
4. SEBUAH ALIRAN SESAT KHAWARIJ GAYA BARU
5. ALIRAN & PAHAM SESAT DI INDONESIA
Karena buku-buku tersebut diatas oleh Mahkamah Agung
telah dinyatakan DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN maka
buku-buku tersebut tidak boleh dijadikan dasar/acuan untuk
kepentingan apapun dan oleh siapapun.
Jika ada seseorang / sekelompok orang yang membuat /
menerbitkan / mengedarkan buku-buku untuk memojokkan
LDII baik melalui media cetak / media elektronik dll maka
secara hukum bisa diPidanakan.
LDII di musnahkan
putusan kasus penghinaan
putusan mahkamah agung kasus penghinaan
putusan mahkamah agung ri no 2312 k/pid/2009
putusan perkara pidana di surabaya
Dengan ini Mereka menemukan LDII Surab
LDII Sekarang Ibarat Teori Gelombang
DR. M. Syafi’i Mufid, MA - Peneliti,
Departemen Agama - Republik Indonesia
LDII Sekarang Ibarat Teori
Gelombang
LDII yang saya ketahui itu kan sebuah organisasi Islam. Yang
awalnya dari LEMKARI kemudian menjadi LDII. Nah,
sebelumnya ada yang namanya Islam Jama’ah. Sebelum
Islam Jama’ah, ada yang namanya Darul Hadits. Jadi, itu
proses dimulainya sebuah tafsir terhadap ajaran-ajaran Islam
tentang imamah (tentang jama’ah) kemudian
implementasinya dalam bentuk gerakan, yang namanya
gerakan Islam Jama’ah atau Darul Hadits.
Sebetulnya, ajaran inti dari yang kita kenal Islam Jama’ah itu
adalah mengenai kejama’ahan dan keimamahan. Apa yang
dipahami dari kawan-kawan Islam Jama’ah itu adalah atsar-
nya dari Sayidina Umar yaitu la islama illa bil jama’ah
walajamaata illa bil imamah wala imamata illa bithoah wala
thoata illa bil bai’at. Kemudian mamata laisa lahu biatun
mata mitatan jahiliyatan, haditsnya maupun atsarnya itu,
lazim di kalangan umat Islam. Tidak merupakan sesuatu yang
aneh, artinya masyhur (umum, dikenal). Yang menjadi aneh
pada waktu itu adalah, kalau orang tidak masuk jama’ah,
mereka itu dianggap bukan Islam. Itu masalahnya. Nah, ini
kekeliruan penafsiran yang banyak dilakukan oleh kelompok-
kelompok. Kemudian oleh Majelis Ulama Indonesia dikatakan
sebagai kelompok sesat. Itu adalah klaim kebenaran yang
hanya ada pada mereka. La islama illa bil jama’ah. Kata-kata
jama’ah itu hanya untuk Darul Hadits, Islam Jama’ah. Kan
begitu awalnya. Mestinya tidak begitu. Jadi, Islam Jama’ah
adalah Al jama’ah min jamaatul muslimin. Jadi, satu jama’ah
dari jama’ah-jama’ahnya umat Islam. Umat Islam itu banyak
jama’ahnya. Tidak satu-satunya. Nah, disini yang menjadi
krusial itu.
Bai’at itu, kalau kita kembali kepada sejarah sirah nabawiyah
itu, kan ada bai’at aqobah, ada bai’atur ridwan. Nah, itu
berbeda. Bai’at yang pertama itu, bai’at untuk menyatakan
lailaha illallah muhammadurrasulullah, dan dia siap. Di
Aqobah itu, orang Aus dan Hujrat yang datang menghadap
Nabi itu, siap menerima kehadiran Nabi di Madinah,
melindungi Nabi di Madinah, dan siap mengikuti ajaran Nabi
Muhammad. itu bai’at aqobah. Kemudian bai’atur ridwan itu
adalah umat Islam yang siap untuk menghadapi apapun yang
terjadi. Ketika umat Islam mendapatkan berita bahwa utusan
Nabi yang ke Mekkah itu di tahan oleh Quraisy, Utsman
diutus untuk negosiasi dengan orang Quraisy. Waktu itu, Nabi
tidak berkehendak perang, tapi ingin melakukan ibadah haji.
Tapi akhirnya ditolak. Kemudian ada perjanjian. Kemudian
Nabi kembali ke Madinah. Baru kemudian 2tahun berikutnya,
Nabi pergi ke Mekkah. Nah, itu bai’at, dan ada bai’at lagi
yaitu bai’at kepemimpinan ketika khalifah Umar membai’at
Abu Bakar sebagai khalifah. Bai’at itu sebetulnya, ya kalau
bahasa sekarang, bai’at kepada khalifah atau bai’at kepada
khulafaur rosyidin. Ya, demokrasi itu dimana pemilih
menyatakan aku setuju dengan anda. Nah, bai’at yang di LDII
atau yang sejenis itu, hakikatnya adalah sama dengan bai’at
kepada pemimpin. Pemimpinnya sebagai imam yang secara
spesifik itu sama dengan bai’at orang-orang thariqot. Orang-
orang thariqot juga bai’atnya untuk sami’na waatho’na
terhadap guru atau mursyidnya. Nah kalau orang-orang
Jama’ah ini sami’na waatho’na terhadap imamnya, itu sama
dengan tidak masalah. Masih tetap dalam hal-hal yang tidak
bertentangan dengan syari’at. Nah, yang bertentangan adalah
tidak ada imam yang lain kecuali imamku, dan membai’at
imam yang bukan imamku, batal. Itu kafir. Itu yang keliru.
Siapapun yang berpandangan eksklusif semacam itu, keliru.
Dan itu ciri dari jama’ah-jama’ah yang eksklusif seperti itu.
Ajaran manqul itu, sebetulnya ada dalam tradisi ulama-ulama
nusantara, meskipun tidak dikatakan manqul. Itu kan ada
istilah ijazah. Seorang ulama misalnya, saya pernah ngaji
kepada guru saya untuk baca kitab ihya’. Setelah tamat baca
ihya’, itu guru saya (kyai saya itu) memberikan ijazah kepada
murid-muridnya yang mengikuti pengajian itu, termasuk saya,
untuk sahnya membaca ihya’. Nah, saya bisa membaca ihya’,
kayak begini itu dari guru saya. Guru saya itu mendapatkan
kemampuannya itu dari gurunya. Itulah yang namanya
silsilah. Manqul, kalau dipahami sebagai silsilah, kayak
begitu. Biasa, wajar. Persoalannya, manqul itu adalah hadits
yang diajarkan oleh gurunya. Itu sajalah yang benar. Tidak
ada hadits yang benar kecuali yang diajarkan oleh gurunya.
Padahal, jumlah hadits itu kan ratusan ribu. Nah, bagaimana
dia bisa mengatakan hanya gurunya sajalah yang sah untuk
meriwayatkan hadits ini. Kan lagi-lagi eksklusif. Di situ letak
kekeliruannya. Manqul pada umumnya tidak ada masalah,
karena dia tidak beranggapan bahwa hanya dengan jalan
inilah orang bisa masuk syurga. Kecuali, kalau tidak mengikuti
jalan ini, orang masuk neraka, di situ kemudian terjadi doktrin
yang menyesatkan, karena jalan untuk menuju kebenaran itu
banyak. hadits itu banyak. Kitab itu banyak pendapat. Nah,
ini yang mereka itu tidak ada ketika masih dalam gerakan
Islam Jama’ah.
Nah, ketika sudah menjadi LDII, saya sudah mendengar, saya
sudah membaca Keputusan Rakernas LDII tahun 2007 bahwa
memang LDII sudah mengubah paradigma lama dengan
paradigma baru, termasuk ajaran tentang Islam Jama’ah,
ajaran Manqul, ajaran tentang Imamah, Keamiran dan lain
sebagainya sudah dihilangkan. Mereka sudah mengikuti
sawadul a’dhom. Itu tertulis. Nah, sekarang apa iya seperti
itu, tanyakan kepada orang-orang LDII. Sepengetahuan saya,
pernah suatu ketika saya shalat jum’at di Masjid LDII di
daerah Dago (Bandung). Sampai orang-orang sebagian bubar,
saya masih shalat di situ. Kemudian saya pergi. Saya
tinggalkan Masjid itu, tetapi saya pergi ke rumah seorang
teman yang berdekatan dengan masjid itu. Saya yakin
mereka tidak tahu, kalau saya mampir di depan Masjid itu.
Nah di rumah teman itu, saya perhatikan dari rumah jendela
kaca, saya perhatikan betul bahwa tidak ada seorangpun
yang mencuci tempat di mana saya duduk dan saya sujud di
Masjid itu. Karena anggapan bahwa kalau saya bukan
anggota LDII adalah najis atau orang bukan Islam, ternyata
tidak ada sampai akhirnya datang waktu shalat Ashar. Ketika
shalat Ashar, saya datang lagi ke tempat itu. Kemudian saya
memperkenalkan diri. Saya salaman kepada mereka. Lalu
terjadilah dialog. Dia tanya, ”Bapak dari mana?” Saya dari
Departemen Agama, lagi ada Rapat Kerja di Badung.
Kebetulan saya ada keperluan ketemu dengan teman yang
rumahnya dekat sini. Lalu saya shalat disini. ”Saya mau tahu
apakah sudah ada perubahan di kalangan teman-teman di
LDII apa nggak?,” Katanya, kalau ada orang shalat di LDII,
dicuci. Ketika saya lihat sendiri, kok tidak dicuci bekas
tempat saya tadi. Nah itu gimana? Kata mereka, ”Itulah pak,
fitnah yang terjadi, dimana saya mencuci bekasnya orang
shalat, nggak ada, itu fitnah.” Apakah dulu memang pernah
terjadi seperti itu, atau itu memang sudah terjadi perubahan?
”Saya orang LDII yang berhak untuk menjawab.” Pengalaman
saya yang seperti itu tidak sekali saja. Pada waktu lebaran
kemarin, saya juga shalat di Masjid Pantura yang di situ ada
spanduknya yang bertuliskan ”Mengucapkan selamat Idul
Fitri.” Pada kanan kiri spanduk tersebut, ada simbol Majelis
Ulama Indonesia dan simbol LDII. Boleh saya katakan bahwa
Masjid yang saya pakai adalah masjidnya LDII. Ternyata di
situ, yang menjadi Imam Maghrib --waktu itu masih dalam
bulan Ramadhan-- itu bukan orang LDII. Dan orang-orang LDII
yang tinggal di sekitar masjid juga ikut berjama’ah di situ.
Masjid di situ tempat lalu lalang (banyak orang), dan tidak
ada cuci-mencuci itu. Itulah pengalaman saya terhadap LDII.
Rabu, 20 Agustus 2014
Tri Sukses Generus LDII
Tri Sukses Generus LDII
adalah Lembaga Dakwah yang
mempunyai Misi Memberikan
konstribusi nyata dalam
pembangunan bangsa dan negara
melalui dakwah, pengkajian,
pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan
secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi
sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai
komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Dan VISI LDII adalah Menjadi organisasi dakwah Islam
yang profesional dan berwawasan luas, mampu
membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia
Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah,
menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk
memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani
yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan
kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang
baik.
Serta dalam pelaksanaannya Lembaga Dakwah Islam
Indonesia (LDII) memiliki program kerja untuk pembinaan
generasi muda, Generasi penerus bangsa yang disingkat
generus. Di lingkup kerja LDII dibentuk kelompok kerja
(Pokja) Penggerak Pembina Generus ( PPG ). Di dalam Pokja
PPG sendiri terdiri dari berbagai elemen diantaranya
bidang perencanaan program, kurikulum, penggalang
dana, penyedia sarana dan prasarana, dan sebagainya.
Para pembina Generus LDII di tingkat terbawah yaitu
Pengurus Anak Cabang (PAC) adalah dari unsur Ustad,
mubaligh, pendidik dan pengurus muda-mudi/pengurus
remaja dan orang tua. Lima Unsur (5 Unsur) ini adalah
pelaksana di lapangan yang bertanggung jawab membina
para generus, sementara PPG adalah pokja yang
bertanggung jawab menggerakkan dan mensupervisi
termasuk mensupport pelaksanaan pembinaan generus
ini.
Diharapkan dengan dibentuknya Pokja PPG dan 5 Unsur
ini pembinaan Generus LDII yang merupakan Generasi
Muda Bangsa Indonesia dapat lebih terprogram, terarah
dan terukur dan dapat tercapai target keberhasilan
Generus LDII khususnya dan Generasi Penerus bangsa
pada umumnya mengingat pengajaran dan pembinaan
generus ini bersifat terbuka untuk umum, mulai dari
tingkat cabe rawit (usia PAUD sd SD kelas 6), Pra
Remaja (Usia SMP), remaja/muda-mudi (SMA ke atas sd
usia 30 tahun yang belum menikah), kegiatan pengajian
ini dapat diikuti umum tidak hanya warga LDII saja.
Tri Sukses Target Keberhasilan Generus LDII
1. Faqihun Fiddin ( Memiliki Kefahaman Agama)
2. Akhlaqul Karimah ( Memiliki Akhlaq Mulia/ budi
Luhur )
3. Memiliki Jiwa Kemandirian
Pembinaan Generus Cabe Rawit LDII
Semoga target ini menjadi sumbangsih LDII dalam
pembangunan manusia seutuhnya dalam pembinaan
generasi muda Indonesia yang Unggul, Generasi
Professional Religius. ( ldiibali.worpdress.com )
Semoga Alloh SWT memberi keamanan, keselamatan,
kelancaran, keberhasilan dan kebarokahan … amiin
Bagikan ini:
Twitter Facebook 22
Tri Sukses Generus LDII
Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ?
Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ?
Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ? – Saya beberapa
kali di tanya tentang masalah LDII SEsat dan Bagaimanakah
Tanggapan MUI terhadap LDII. Dan beredar berita di internet
bahwa ldii itu sesat dan mui mendesak pemerintah supaya
ldii dibubarkan. Akhirnya, saya mencoba mendapat jawaban
dari Ketua LDII Surabaya, Bapak Amin tentang kebenaran
bahwa MUI mendesak pemerintah supaya ldii di bubarkan.
Selain itu saya juga mencari referensi yang valid tentang ciri
ciri aliran sesat di indonesia.
Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI
Aliran sesat itu ada sepuluh kriteria, yaitu:
Mengingkari salahsatu rukun iman dan rukun Islam.
Mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i.
Meyakini turunnya wahyu setelah Al-quran.
Mengingkari kebenaran Al-quran.
Melakukan penafsiran Al-quran yang tidak berdasarkan
kaidah-kaidah tafsir.
Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran
Islam.
Menghina, melecehkan atau merendahkan para nabi dan
rasul.
Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul
terakhir.
Mengubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah
yang telah ditetapkan oleh syar’i.
Mengkafirkan sesame muslim tanpa dalil syar’i.
Organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan ini
masjidnya dikelolanya terbuka untuk umum, tidak
mengkafirkan atau menajiskan seseorang, LDII juga juga
mau diimami orang lain, dengan mengikuti ijtima’ ulama
untuk melaksanakan taswiyah almanhaj dan tansiq
alharoqoh sebagaimana hasil Rakernas LDII 2007.
LDII menerapkan metode berfikir dalam mentolerir adanya
perbedaan, sepanjang masih dalam koridor faham
keagamaan ahlussunnah waljamaah dalam pengertian yang
luas. Serta penyamaan metode gerakan dalam
mensinkronisasi, mengoordinasi dan mensinergikan gerakan
umat Islam di bawah payung MUI.
Dengan adanya sepuluh kriteria aliran sesat yang
dikeluarkan oleh MUI, kini orang tidak boleh lagi
sembarangan menyebut sesat terhadap organisasi Islam
termasuk LDII. Karena LDII itu tidak sesat. Justu sebaliknya,
LDII mengajak kepada umat untuk mempelajari dan
mengamalkan ajaran Islam berdasarkan Al-quran dan Hadis,
sebagaimana ormas Islam pada umumnya. Karena LDII yakin
dengan ilmu dan amalan berdasarkan Alquran dan Hadis,
serta diniati karena Allah SWT, maka termasuk sebagai ahli
syurga.Dengan memahami dan mempelajari 10 kriteria tsb di
atas, maka LDII tidak termasuk di dalamnya dan ldii tidak
sesat.
Kemakan Omongan "LDII sesat"
Kemakan Omongan “LDII
Sesat”
Posted on March 17, 2014 by Handi Prasetyo
Kemakan
Omongan “LDII
Sesat” – Saya
Asli orang
jogja, saya
pernah
mendengar
bahwa isu atau kabar miring mengenai LDII , banyak
orang yang menyebutkan LDII itu sesat , isu yang
paling marak beredar “jika oranglain solat dimasjid
LDII, Lantainya di PEL” – adalagi “Orang LDII itu
tidak mau menikah dengan orang Luar LDII”
kemudian disimpulkan bahwa LDII adalah Aliran
Sesat.
Saya sempat kemakan omongan dan percaya
dengan kabar tersebut. Itu sebelum saya menjadi
Seorang Mahasiswa. Namun saya harus bisa
berfikir Dewasa dan Mencoba mencari tahu yang
sebenarnya, benarkah apa yang di omongonkan oleh
orang mengenai LDII Sesat. Biasa, saya memang
orangnya KEPO belum puas hanya kata orang.
Kini Saya kuliah disalah satu perguruan tinggi di
jogjakarta, saya punya teman orang LDII yang
menurutku baik-baik saja bahkan mengajarkanku
tuntunan Agama berdasarkan 2 pedoman yang telah
Nabi Muhammad SAW (Al-Quran dan Alhadist),
Saya bertanya kepadanya Langsung.
Jika solat dimasjid LDII, Lantainya di PEL
Gung, aku memanggilnya saya mau tanya benar ga
sih kalau orang selain LDII itu solat di Masjid LDII
langsung di PEL?? Dia tersenyum sambil
menjawab : “ BENER.. Kalau melihat orang tersebut
Masuk Masjid (Rumah ALLAH) dari Kamar Mandi/
WC tapi dia tidak Pakai Sandal alias Kakinya
NAJIS , kan WC tempat Buang HAJAT . kalau Kaki
nya SUCI no-Problem, kita perlu mengagungkan
Rumah Allah dong, masa’ melihat seperti itu di
biarkan, bisa bisa Najisnya Rata ke seluruh Masjid
= Solat semua orang tidak sah karena masjidnya
Najis”.
Orang LDII itu tidak mau menikah dengan orang
Luar LDII
Tanya lagi Gung, Orang LDII itu tidak mau menikah
dengan orang Luar LDII?? : Dia Menjawab ” Bener…
Termasuk saya, saya berusaha mencari Wanita dari
LDII terutama yang telah memiliki banyak Ilmu
Agama dengan begitu bisa Se Faham dalam
melaksanakan Ibadah berdasarkan Tuntunan yang
sama yaitu Quran dan ALhadist.” sebenarnya
bukannya Ga boleh nikah sama orang yang bukan
LDII , yang bener itu Ga Boleh Nikah sama orang
yang ga pernah Ibadah apalagi Tuntunannya banyak
Syiriknya.
Dari beberapa pertanyaan yang saya tanyakan dan
teman saya menjawab dengan baik, menurutku
Bener dan Masuk Akal dan Sesuai Tuntunan Al-
Quran dan Alhadist.
Menyikapi pertanyaan pertama : Setuju, kalau orang
masuk masjid dalam keadaan tidak suci apalagi
usai dari WC dan tidak pakai sandal pasti
meragukan keadaan kakinya yang kemungkinan ada
Najis dari Kencing barang kali.
Menyikapi pertanyaan Kedua : Hemm… Iya sih saya
juga kalau cari jodoh pasti yang sefaham , karena
dalam perjalanan pernikahan (rumah tangga) pasti
akan ada pola pikir yang harus sama antara suami
dan istri kalau tidak sama bisa bisa ujung ujungnya
Cerai.
Saya akan lebih banyak belajar… dan tidak
Termakan Omongan kebanyakan orang. Kalau saya
simpulkan orang orang yang menebarkan berita
Miring biasanya sakit hati atau Dendam.
Inilah Alasan Anda Harus Kepo dan Tabayyun pada LDII
Inilah Alasan Anda Harus Kepo dan Tabayyun
pada LDII
Pernahkan anda mendengar kata “KEPO”? Kata ini
menjadi populer akhir-akhir ini. KEPO sebenarnya adalah
sebuah singkatan. KEPO merupakan akronim dari Knowing
Every Particular Object. Dalam Bahasa Indonesia, KEPO
adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari
sesuatu. Walaupun hanya sekelebat, selama sesuatu itu
lewat dihadapannya, maka ia akan tahu tentang hal itu.
Lalu, pernahkah anda mendengar kata LDII? Singkatan
dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia . Orang yang
bertipikal KEPO akan berusaha mencari informasi
sebanyak-banyaknya tentang LDII. Apakah LDII sebuah
makanan? Apakah LDII nama organisasi? atau apa? Tanya
orang KEPO ini dalam hati.
Sumber: Anda KEPO dengan Lembaga Dakwah Islam
Indonesia (LDII)?
Akhirnya berpetualanglah orang KEPO ini. Ia bertanya
kepada Om Google. Tak puas sampai disitu, ia pun
bertanya kepada orang yang ada disekitarnya. Walhasil,
kini sang KEPO telah menemukan seputar info tentang
LDII.
Namun, cukupkah sampai disini? Apakah info yang didapat
melalui internet sudah bisa dipercaya? Apakah info yang
didengar dari orang juga dapat dipercaya? Jawabnya tentu
belum. Nah, disinilah perlunya tabayyun.
Disini, ada 2 tipe orang KEPO. Pertama, orang KEPO yang
tabayyun. Ia mau mencari kebenaran. Dalam bahasa
sehari-hari, ia mau cek and ricek. Ia berpikir logis. Orang
ini berupaya mencari tahu tentang LDII sebab
keheranannya pada LDII yang semakin berkembang
dimana-mana. Ada apa dengan LDII? Secara bersamaan,
ia tetap mengedepankan positive thinking dan klarifikasi.
Ia tidak terjebak pada berita miring. Ia tidak enteng dalam
membenarkan apa yang ia lihat atau dengar dari informan.
Jalan keluarnya ia datang langsung ke tempat pengajian
LDII. Ia ingin buktikan apakah LDII benar-benar jelek
seperti yang diisukan?
Kedua, orang KEPO yang tidak mau bertabayyun. Tatkala
ia mencari tahu tentang LDII, semua infomasi ia lahap.
Ucapan orang yang masih sebatas gosip dimakan mentah-
mentah. Berita miring pun ia masukkan ke benaknya.
Tanpa ada filter yang ia pakai. Apa yang terjadi? Orang
KEPO yang kedua ini akan mempercayai isu yang belum
tentu kebenarannya. Kalau sudah seperti itu, yang akan
muncul dipikirannya adalah sikap antipati dan berburuk
sangka.
Dalam hal ini, KEPO sebenarnya wajar. Selama berada
pada jalur yang benar. Sedangkan tabayyun wajib
hukumnya. Jangan sampai karena kebencian secara
personal membuat kita tidak mau mencari kebenaran yang
sesungguhnya.
Tabayun Untuk Hindari Perpecahan
Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan
tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Adapun
menurut istilah, tabayyun berarti meneliti dan menyeleksi
berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah
baik dalam hal hukum atau kebijakan hingga jelas benar
permasalahannya.
Bertabayyun sendiri adalah perintah Allah SWT. Di dalam
kitab suci Alquran, Allah telah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang pada kalian
orang fasik membawa suatu kabar, maka kalian telitilah,
jangan langsung terima, jika kalian tidak meneliti, kalian
terpengaruh pada kaum yang bodoh dan kalian akan
menyesal pada apa-apa yang kalian kerjakan”. (QS. Al
Hujurot 6).
Disamping itu, untuk menciptakan bangsa yang kuat dan
sejahtera maka kunci suksesnya ialah persatuan dan
kesatuan. Untuk itu, masyarakat haruslah menjauhi
perpecahan.
LDII Didiskreditkan
Tahukah anda bahwa selama ini tak sedikit orang yang
belum tahu LDII malah memberitakan negatif tentang
LDII. “Oh, LDII itu organisasi sesat dan menyesatkan, suka
tukar menukar isteri, kalau masjid LDII dimasuki oleh
orang non-LDII maka masjid itu akan dipel”. Inilah isu
santer yang puluhan tahun berkembang dimasyarakat.
Tidak perlulah penulis menyebut oknum yang kerap
mendiskreditkan LDII. Tak pantas pula menyebut institusi,
website, personal yang kerap membuat berita yang isinya
memecah belah umat islam. Rasanya itu tak perlu. Yang
penting adalah membangun kesadaran untuk saling
menghargai antar sesama. Selama masih sebatas
perbedaan furuiyah, itu sah-sah saja. Yang penting aqidah
kita sama, Allah SWT Tuhan kita dan Nabi Muhammad
adalah utusan Allah.
Tak terkecuali, akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang
mengatasnamakan dirinya mantan LDII dengan gencar
menyerang institusi yang dulu pernah mereka ambil ilmu
agamanya. Sebelumnya mereka telah aktif dilingkup LDII,
kemudian disebabkan sesuatu hal mereka lalu pindah
kelain hati. Bahkan, mereka memfitnah LDII. Kebanyakan
motifnya karena sakit hati. Padahal, islam telah
mengajarkan kerukunan dan cinta kasih antar sesama
umat islam.
Sekarang ini mereka sedang bersemangat blusukan ke
beberapa tempat. Tujuannya adalah untuk menantang
debat, menyebar berita bohong dan menanamkan
kebencian kepada masyarakat. Bukannya warga LDII tak
bisa berdebat, namun LDII memperhatikan ukhuwan
islamiyah, wathoniyah dan basyariah. Bagi LDII, bantah-
bantahan bukanlah solusi atas permasalahan. Perdebatan
lebih banyak mudhorot dari pada manfaatnya.
Oknum yang selalu berupaya menyebar fitnah adalah
oknum yang bermaksud melemahkan umat. Mereka tidak
ingin umat islam saling bekerjasama dan rukun. Maka
berhati-hatilah pada orang yang mengaku pernah menjadi
warga LDII, namun diberbagai forum malah memprovokasi
umat Islam.
Sehubungan dengan itu, media pula hendaknya berimbang
dalam membuat berita. Prinsipnya, media supaya tetap
menjaga kerukunan umat. Caranya ialah dengan membuat
berita yang memenuhi unsur cek and ricek, klarifikasi,
verifikasi fakta, dan cover both side. Media massa jangan
memperkeruh suasana.
Argumen yang kita bangun haruslah menggunakan logika
berpikir yang logis. Ide yang kita tawarkan jangan
melompat-lompat dengan hanya mengambil potongan
berita tanpa analisis. Kita sadar tidak semua ucapan
seseorang itu benar. Termasuk, tidak semua tulisan yang
ada dimedia itu valid. Tergantung dari siapa penulis atau
pemilik media. Sebab itulah, tabayyun menjadi urgen.
Selera orang itu bermacam-macam. Ada yang suka Fanta,
ada yang suka Coca-Cola, ada yang suka Teh Botol.
Macam-macam kesukaan orang. Begitupula dengan ormas
LDII. Dimana LDII adalah sebuah wadah. Apapun nama
wadahnya, namun tetap berpedoman pada Quran dan
Hadis maka kebenaran telah menjadi jaminan.
Legalitas LDII
LDII organisasi legal dan bervisi misi yang jelas. Visi LDII :
menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan
berwawasan luas, mampu membangun potensi insani
dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan
ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba
Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun
masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran,
amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat
bekerjasama yang baik.
Sumber: Surat Rekomendari Kemenag Tentang LDII
Sumber: Fatwa MUI tentang LDII
Sumber: Akta Notaris Pendirian LDII
Sumber: Keputusan Menhukham tentang LDII
Sumber: Inilah NPWP LDII
Sumber: Surat Keterangan Terdaftar (SKT) LDII
Misi LDII : “Memberikan konstribusi nyata dalam
pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah,
pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang
dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan
terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi
sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Isu yang Beredar
Dikhalayak ramai, LDII masih dipandang sebelah mata.
Ada pihak yang mengatakan jika orang non-LDII masuk ke
masjid LDII, maka masjid LDII akan dipel. Mari berpikir
secara logis. Jika isu ini memang benar maka orang LDII
adalah orang tersibuk di Indonesia. Sebab mereka akan
mengepel masjid setiap waktu sholat. Betapa berat dan
melelahkan.
Inilah alasan kita harus kroscek. Sebaiknya kita bertanya
lebih lanjut. Apakah memang seperti itu keadaannya? Mari
lihat dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Janganlah
kita terjebak dalam politik monolirealitas. Kita
menganggap bahwa kita yang paling benar. Diluar kita
salah. Itu tentu tak benar. Sebab untuk mengukur benar
atau tidaknya sesuatu ada alat ukurnya, yakni standar
baku. Dalam islam, yang menjadi standar baku ialah Quran
dan Hadis.
Untuk mengukur bahwa LDII benar atau tidak maka
pelajarilah Quran dan Hadis. Lalu, teliti apakah yang LDII
lakukan selama ini bertentangan dengan nilai-nilai Quran
dan Hadis atau tidak. Pada faktanya, yang LDII kaji setiap
waktu hanyalah 2 kitab ini.
LDII Jadi Fenomena Abad ke-21
LDII telah membuktikan eksistensinya di Indonesia dan
dunia. Di Indonesia sendiri, LDII turut membantu
pemerintah diberbagai bidang. Mulai dari agama,
pendidikan, ekonomi, sosial budaya dll.
Pada Januari 2014 yang lalu, LDII telah menyebar di 42
negara. LDII pun banyak menjadi pembicaraan hangat
kalangan bawah, menengah hingga atas. LDII ramai
diperbincangkan karena memiliki tujuannya yang mulia,
yakni mengajak manusia untuk memurnikan ibadah
kepada Allah SWT. Harapannya satu, untuk masuk ke
dalam surga dan terhindar dari api neraka.
Makassar, Kamis 6 Februari 2014
7 MANFAAT MENIKAH DI USIA MUDA
7 MANFAAT MENIKAH DI USIA MUDA
ilustrasi menikah muda © pakarcinta.com
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para
syabab untuk menikah. Umumnya, istilah syabab
diterjemahkan sebagai “pemuda.” Berapakah usianya?
Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini
menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah
mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga
puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan),
maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti,
banyak manfaat menikah di usia muda sebagaimana
perintah Rasulullah ini.
ﻳَﺎﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ : ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ
ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu
maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan
pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan
barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia
berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)
1. LEBIH TERJAGA DARI DOSA
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia
muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan
lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah
di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina
mata, zina hati, maupun zina tangan.
2. LEBIH BAHAGIA
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika
Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang
merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah
mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.
Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka
umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan
muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan,
ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan
akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy
dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar
Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab
(..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang
sedikit.”
3. LEBIH PUAS DALAM BERCINTA
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan
jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih
lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada
2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun
terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –
diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima-
membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini
bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis
perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur
rahimnya dan lebih hangat farjinya…”
4. EMOSI LEBIH TERKONTROL
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan
pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah
tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini
dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan
adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.”
Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat
21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada
tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut,
menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi
kesehatan dan mengontrol emosi.
5. LEBIH MUDAH MERAIH KESUKSESAN
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai
jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu.
Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih
tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan
stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir
dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari
maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-
orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang
menikah di usia 20-an.
6. LEBIH BAIK BAGI MASA DEPAN ANAK-ANAK
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti
menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa
saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi
salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda
dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum
mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-
anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan.
Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan
jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup
enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
7. LEBIH BANYAK PAHALA
Dengan menikah, seseorang mendapatkan ladang pahala
yang lebih luas. Jika biasanya ia hanya mendapatkan pahala
dari ibadah yang dilakukannya, dengan menikah seorang
muslimah mendapatkan pahala dari berbakti kepada suami.
Sang suami pun demikian, ia mendapatkan pahala atas
kebaikannya pada istri dan anak-anaknya. Bahkan,
disebutkan dalam hadits, nafkah yang diberikannya kepada
istri dan keluarganya pun termasuk sedekah. Masya Allah…
Wallahu a’lam bish shawab. [BedaMedia]
1 jam · Muballeg dan muba...
ilustrasi menikah muda © pakarcinta.com
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para
syabab untuk menikah. Umumnya, istilah syabab
diterjemahkan sebagai “pemuda.” Berapakah usianya?
Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini
menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah
mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga
puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan),
maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti,
banyak manfaat menikah di usia muda sebagaimana
perintah Rasulullah ini.
ﻳَﺎﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ : ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ
ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu
maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan
pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan
barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia
berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)
1. LEBIH TERJAGA DARI DOSA
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia
muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan
lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah
di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina
mata, zina hati, maupun zina tangan.
2. LEBIH BAHAGIA
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika
Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang
merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah
mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.
Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka
umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan
muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan,
ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan
akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy
dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar
Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab
(..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang
sedikit.”
3. LEBIH PUAS DALAM BERCINTA
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan
jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih
lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada
2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun
terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –
diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima-
membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini
bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis
perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur
rahimnya dan lebih hangat farjinya…”
4. EMOSI LEBIH TERKONTROL
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan
pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah
tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini
dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan
adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.”
Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat
21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada
tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut,
menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi
kesehatan dan mengontrol emosi.
5. LEBIH MUDAH MERAIH KESUKSESAN
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai
jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu.
Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih
tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan
stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir
dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari
maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-
orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang
menikah di usia 20-an.
6. LEBIH BAIK BAGI MASA DEPAN ANAK-ANAK
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti
menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa
saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi
salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda
dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum
mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-
anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan.
Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan
jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup
enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
7. LEBIH BANYAK PAHALA
Dengan menikah, seseorang mendapatkan ladang pahala
yang lebih luas. Jika biasanya ia hanya mendapatkan pahala
dari ibadah yang dilakukannya, dengan menikah seorang
muslimah mendapatkan pahala dari berbakti kepada suami.
Sang suami pun demikian, ia mendapatkan pahala atas
kebaikannya pada istri dan anak-anaknya. Bahkan,
disebutkan dalam hadits, nafkah yang diberikannya kepada
istri dan keluarganya pun termasuk sedekah. Masya Allah…
Wallahu a’lam bish shawab. [BedaMedia]
1 jam · Muballeg dan muba...
Ternyata LDII Punya Menara Masjid Tertinggi di Indonesia
Ternyata LDII Punya Menara Masjid Tertinggi di Indonesia
Kata "menara" berasal dari Bahasa Arab"منارة" yang dibaca : manārah. Sedangkan menurut Wikipedia, menara ialah ialah sebuah struktur buatan manusia dan tingginya lebih dari lebarnya. Menara selalu dibangun untuk menjadi sebuah mercu tanda sebuah organisasi. Karena itu, menara dibangun dengan arsitektur indah dan cantik.
Lalu, apa tujuan pembangunan menara? Menara dibangun dengan tujuan untuk menguatkan tanah, pariwisata, dan menyebarkan bunyi (suara adzan dari masjid).
Penasaran dengan menara masjid tertinggi di Indonesia? Baca lanjutan artikel ini. Menara masjid tertinggi di Indonesia berdiri kokoh di Kediri, Jawa Timur. Tepatnya disisi utara Masjid Baitul A’la, Pondok Pesantren Wali Barokah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Sumber: Ponpes Wali Barokah LDII, Burengan, Kediri, Jawa Timur
Menara tersebut bernama “Menara Asmaul Husna”. Sesuai dengan namanya menara ini tingginya 99 (sembilan puluh sembilan) meter. Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang baik.

Sumber: Berdiri tegak
Pada bagian pucuk menara yang memiliki 23 lantai ini memiliki kubah yang berlapis emas seberat 60 kg.
Menara yang dibangun swadaya oleh warga LDII itu menelan dana hingga Rp 15,8 milyar.

Sumber: Puncak Menara Asmaul Husna, emas 60 kg
Anda dapat melihat Menara Asmaul Husna dari berbagai pelosok Kota Kediri. Sebaliknya, anda pun dapat melihat seluruh penjuru Kota Kediri dari ketinggian setiap balkon menara. Menara Asmaul Husna saat ini telah menjadi ikon Kota Kediri yang sangat indah dan mudah terlihat dari kejauhan. Bandingkan dengan Monas Jakarta yang tingginya 132 meter (433 ft).
Menara Asmaul Husna berdiri berdiri kokoh di sebelah utara Masjid Baitul 'Ala dan sebelah barat gedung asrama putri (astri) Ponpes Wali Barokah. Menara yang dahulu terbuat dari bambu yang diikat bertingkat-tingkat ini dirancang oleh Tim Perencanaan Ponpes Wali Barokah. Tim perancang dipimpin oleh H. Nurdin. Menara ini menjiblak bentuk menara Masjidil Harom yang ada di Mekah Al-Mukarromah.
Bangunan yang menjadi kebanggaan warga LDII ini memiliki 2 lantai sebagai struktur dasar, 5 ruas yang menonjol keluar menjadi teras dan 2 balkon yaitu teras yang beratap.
Menara Asmaul Husna mulai dikonstruksi pada Bulan Juli tahun 2000 dan selesai pada September 2003. Pada Jumat (23/01/2009) mantan Wapres RI, H. M. Jusuf Kallameresmikan menara Asmaul Husna tersebut.

Sumber: Publikasi media, Bapak JK resmikan Menara Asmaul Husna

Menara Agung "Asmaul Husna" tampak eksotis dalam sorotan cahaya yang bersinar terang dimalam hari. Begitupula relung balkon dan kubah tak kalah elok di siang hari.
Secara filosofi Menara Asmaul Husna merupakan identitas warga LDII. Disamping itu, Menara Asmaul Husna menjadi simbol kemurnian dan kebenaran agama islam yang dibawa oleh LDII.
Saat penulis mencoba naik ke atas menara maka penulis merasakan sensasi menegangkan. Angin yang bertiup dari sela-sela tembok menara mengibas-ngibas rambut. Kaki bergemetar saat penulis keluar ke teras. Kurang lebih penulis membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke puncak menara.

Sumber: Salah seorang pengunjung sedang berpose
Suatu keberuntungan jika anda dapat berkunjung kesana. Saat anda berada di atas menara maka pemandangan yang akan anda lihat sungguh menawan. Anda dapat melihat Stadion Brawijaya dengan jelas. Anda pula dapat melihat Pabrik Rokok Gudang Garam dan seantero Kota Kediri.

Sumber: Menara Asmaul Husna bersanding dengan cahaya purnama
Selasa, 5/11/2013
Info penting banget dan bagus
Info penting Dan bagus banget:
Alhamdulillaah LDII pertengahan agustus '14 yg lalu kedatangan
utusan ma'had haromain yai tu syeikh abdullah, bertempat di
pondok LDII di jaktim dihadiri
ratusan muballigh sejawa barat. Acara trsbt
menghasilkan atau membahas diantaranya:
1) bab tauhid
2) membenarkan keamiran dan bentuk Jamaah kita
3) syekh abdullah merasa senang karna semua
informasi tentang kejelekan kita yg sebelumnya
mereka dapat dr para mantan maupun salafi, itu tidak benar
alias terbantahkan.
4) saat acara, diadakan KUIS menyebutkan dalil hadits yg
ditanyakan oleh syekh abdullah, dan alhamdulillah banyak
mubaligh kita yg bisa menjawabnya. dan setiap yg bisa
menjawab, dikasi duit Rp 300.000 oleh syekh!
5) dan syekh memberikan kuota beasiswa mondok di ma'had
harom sebanyak 60 orang utk mubaligh kita, subhanallah!
saat ini saja mubaligh kita yg sedang belajar di sana
sdh 15 orang kita senang dan bangga bukan main,
apalagi ntar 60 orang yg bakalan mondok..
joss!
pasti para mantan makin nyesel tuh khoroja
6) syekh abdullah membantah fitnah yg menyebutkan bahwa KH
Nurhasan itu tidak pernah menuntut ilmu di ma'had haromain,
melainkan jualan nasi bungkus, dan
ilmu yg didapat adalah hasil karangan (biadab!)
menurut syekh abdullah, KH Nurhasan adalah BENAR murid dari
gurunya (syekh Yahya) dari gurunya (syekh umar hamdan).
syekh H Nurhasan juga dikenal sebagai murid syekh Umar
Hamdan yg CERDAS, PINTAR, JENIUS DAN JADI
PANUTAN diantara murid2 syekh Umar Hamdan.
ya Allah, alhamdulillah..
kemantapan tentang Jamaah ini akan semakin HEBAT jika kita
mendengar nasehat dr pak diky sunaryo tentang sejarah
perjuangan H Nurhasan membentuk
dan merintis keamiran dan Jamaah..
kenapa ?
kemarin disuatu Daerah, ada Jamaah yg Sudah
khoroja dan terpengaruh SALAFI, saat ada pengajian pak diky
sunaryo, dia menyusup Dan ikut pengajian.
alhamdulillah Allah paring, selesai pengajian, sang MANTAN ini
langsung menemui imam Daerah disitu dan menyatakan tobat
dan minta bt lagi karna baru
tau secara detail bagaimana sejarah H Nurhasan ini dirintis..
semoga barokah utk kelestarian Jamaah, amiiin
Dicopas dr Mansur Mbc, diverifikasi dan diedit seperlunya oleh
Rikhie Supriyadi JOKAM United 2.0. Agustus '14
Langganan:
Komentar (Atom)







