Pilih kolom :

"Kami hanya ingin menegakkan nilai-nilai Al-Quran dan Al-Hadits"

SANG PENENGAH

vnd.youtube:f5578lNYs8k?vndapp=youtube_mobile&vndclient=mv-google&vndel=watch

Sang penengah :

Dakwah test

HTML:
   

Pilih kolom :

Pilih kolom :

Pilih kolom :

Sabtu, 20 September 2014

Kebodohan Akar dari Kesesatan

kesesatan Kenapa di dunia ini banyak kesesatan dan kesyirikan? Praktek- praktek ibadah yang nampaknya pol tapi ternyata telah jauh menyimpang dari akidah. Para manusia yang menyembah patung. Umat yang mengkeramatkan kuburan. Keyakinan orang suci yang sudah mati bisa memberikan karomah dan syafa’at. Jawabnya adalah karena KEBODOHAN . Kebodohan adalah akar dari segala kesesatan dan kemusyrikan di dunia ini. Mereka adalah umat yang tidak dapat berpegang teguh pada ajaran Nabi dan Rasul Alloh. Coba simak ayat Alloh dalam Al-Quran Surah Nuh ayat 23. ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ ﺁﻟِﻬَﺘَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺬَﺭُﻥَّ ﻭَﺩًّﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺳُﻮَﺍﻋًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻐُﻮﺙَ ﻭَﻳَﻌُﻮﻕَ ﻭَﻧَﺴْﺮًﺍ ‏( 23 ‏) Mereka (kaum Nabi Nuh) berkata,”Janganlah kalian meninggalkan para sesembahan kalian dan juga jangan meninggalkan Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan Naser”. [SURAH NUH (71) AYAT 23] Siapakah Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan Naser? Mereka adalah orang-orang alim dan shalih yang semasa hidupnya selalu membimbing dan memberikan semangat umatnya untuk beribadah kepada Alloh. Seteleh semua panutan mereka itu meninggal dunia, maka para pengikutnya merasa kehilangan dan khawatir tidak bisa semangat lagi dalam ibadah. Maka dibuatlah lukisan atau patung tokoh- tokoh idola mereka itu dengan tujuan untuk mengenang ucapan mereka dan perbuatan baik mereka agar mereka tetap merasa mendapat tuntunan dan bersemangat dalam ibadah. Generasi berikutnya juga masih menyembah Alloh namun mereka mulai berlebihan mengagungkan patung-patung tersebut. Setelah berjalan beberapa generasi manakala para ahli ilmu, orang alim dan sholih telah tiada, yang tersisa hanya orang- orang bodoh. Saat itulah iblis menyesatkan hati mereka dengan membisikkan,”Orang- orang tuamu membuat patung ini dengan tujuan untuk meminta syafaat dari mereka agar lebih dekat dengan Alloh”. Akhirnya umat tersebut tersesat dengan menjadikan patung-patung tersebut sebagai perantara untuk mendapatkan syafaat di sisi Alloh. K ESESATAN Z AMAN AKHIR Dalam kontek zaman akhir sekarang ini, penyimpangan akidah adalah akibat umat yang tidak lagi mau berpegang teguh pada ajaran Rasulullah salallohu alaihi wassalaam yang tertuang dalam Kitabillah dan Sunnah Nabi yaitu Al-Quran dan Al-Hadist. Umat enggan mempelajari agama Islam dari sumber aslinya yaitu Quran dan Hadist. Masyarakat lebih suka mendengarkan ceramah-ceramah yang menghibur di media dari pada datang langsung mengkaji Kitab Alloh dan Sunnah Rasul di masjid. Generasi muda lebih suka membaca buku-buku karangan yang tidak jelas sumber dan kredibilitas pengarangnya dari pada belajar agama dari ulama-ulama shahih di lembaga pendidikan Islam, madrasah dan pesantren. ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄُﻣِّﻴِّﻴﻦَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ ‏( 2‏) Dia (Alloh) yang mengutus dalam umat yang BODOH beberapa Utusan dari golongan mereka, mereka (Utusan) membacakan kepada umatnya beberapa ayat Alloh dan mensucikan mereka dan mengajari mereka pada Kitab dan Hikmah (Sunnah Nabi) dan bahwasannya ada kalian sebelum itu niscaya dalam kesesatan yang nyata. [SURAH JUMU’AH (62) AYAT 2] Keengganan umat belajar agama dari sumber aslinya menjadikan mereka mudah dirasuki pemikiran-pemikiran yang jusru berlawanan dengan akidah dan syariat Islam. Kebodohan akan ilmu Quran dan Hadist membuat orang mudah disesatkan, dikaburkan pemahaman agamanya sehingga tidak bisa dibedakan antara benar dan salah. Banyak orang mengira telah mengamalkan agama dengan benar namun ternyata menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasulullah SAW. Perhatikan ayat Allah di bawah ini: ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺄَﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟًﺎ ‏( 103‏) ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ ‏( 104 ‏) Katakanlah (wahai Muhammad),”Maukah aku ceritakan pada kalian tentang orang-orang yang lebih merugi amalan-amalannya? Mereka orang-orang yang batal segala amalannya di dunia sedangkan mereka menganggap memperbaiki amalannya”. [SURAH AL-KAHFI (18) AYAT 103-104] Mengkultuskan seorang tokoh yang dianggap bisa memberi syafaat pada hari kiamat. Maka kuburannya selalu diziarahi, dimintai doa, hari kelahiran dan kematiannya diperingati, benda-benda yang terkait dengannya diagungkan dan dikeramatkan. Merasa hanya orang-orang tertentu yang bisa mendekat pada Alloh sedangkan manusia pada umumnya tidak akan mampu, sehingga menjadikan orang-orang khusus tersebut sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Keyakinan bahwa waliyulloh bukan sekedar perantara agama, namun waliyulloh diyakini bisa memberikan syafa’at, mengabulkan doa dan mengampuni dosa seseorang. Seorang waliyulloh bukan sekedar pemimpin atau guru besar pembawa hidayah Alloh namun diyakini waliyulloh bisa memberikan manfaat dan dapat menyebabkan mudlorot bagi seseorang. Semua keyakinan tersebut adalah bentuk kesesatan dan syirik pada zaman akhir yang tidak sesuai dengan petunjuk Alloh dan tuntunan Rasululloh SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist. M ENGKAJI Q URAN DAN H ADIST C EGAH KEBODOHAN DAN K ESESATAN Maka tidak dapat ditawar lagi bahwa setiap individu orang Islam harus mengkaji ajaran islam secara langsung dari sumber aslinya, Quran dan Hadist, agar terhindar dari kebodohan yang dapat menjerumuskan pada pemikiran-pemikiran, faham-faham dan pengamalan-pengamalan sesat yang tidak sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rasululloh SAW. Mengkaji dan memahami Kitabillah dan Sunnah Nabi juga akan mencegah umat mengamalkan agama berdasarkan ro’yinya, pendapat dan angan-angan sendiri tanpa dilandasi dalil Quran dan Hadist. Maka ketika umat meninggalakan ajaran Nabinya dan mengandalkan ro’yinya maka mereka sesat dan menyesatkan. Perhatikan hadist Nabi yang ditulis dalam Musnad Abi Ya’li Al- Mushali No. 5856. – 5856 ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﻬُﺬَﻳْﻞُ ﺑْﻦُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺍﻟْﺤِﻤَّﺎﻧِﻲُّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱُّ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏« ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺄُﻣَّﺔُ ﺑُﺮْﻫَﺔً ﺑِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﺑُﺮْﻫَﺔً ﺑِﺴُﻨَّﺔِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻌْﻤَﻞُ ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺮَّﺃْﻱِ ﻓَﻘَﺪْ ﺿَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ ‏» Sesuai dengan Firman Alloh dalam surah Fatir ayat 28, bahwa orang-orang yang benar-benar dapat bertaqwa kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu. Orang- orang bodoh ibadahnya hanya ikut-ikutan dan berorientasi pada manusia, pembimbingnya atau pimpinannya. Amalan-amalan yang berdasarkan pada Kitabillah dan Sunnah Nabi dijamin benarnya dan pasti mendapatkan surga. … ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ‏( 28‏) …sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha Pengampun. [SURAH FATIR (35) AYAT 28] ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ ‏( 153‏) Dan ini (Al-Quran) adalah jalanku yang lurus maka ikutilah ia, dan janganlah mengikuti setiap jalan maka akan terpecah belah kalian dari jalan Alloh, demikian Aku (Alloh) berwasiat pada kalian agar kalian bertaqwa. [SURAH AL-ANAM (6) AYAT 153] – 1874 ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻣُﺼْﻌَﺐٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ، ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ , ﻭَﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ﺻَﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴﻪ ﻭَﺳَﻠﻢ. … Rasulallohi alaihi wasallam bersabda:”Aku telah tinggalkan dalam kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selagi berpegang teguh pada keduanya: Kitaballoh dan sunnah NabiNya sholallohi ‘alaihi wasalam. [HADIST RIWAYAT MALIK]

Kesesatan LDII dan Islam Jamaah

Tag Islam Jamaah, kesesatan ldii, LDII, ldii sesat Twitter 1 Facebook Cetak Google Tahun 1970-an MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan dua fatwa identik yaitu Masalah Jama’ah-Khalifah dan Bai,at yang dianut oleh Jamaah Muslimin Hizbullah pimpinan Syeh Wali Al Fatah dan Fatwa tentang Islam Jamaah yang dimotori oleh KH. Nur Hasan Al-Ubaidah . Kedua fatwa tersebut memiliki esensi yang sama yaitu: Masalah Islam jamaah, Baiat dan Khalifah/ Amirul Mukminin. Dalam fatwa Masalah Jama’ah-Khalifah dan Bai’at, MUI hanya memberikan keterangan tentang istilah-istilah: Jama’ah, Khalifah dan Bai’at namun sama sekali tidak menyatakan kelompok tersebut menyimpang atau sesat. Dalam poin 4.1. fatwa tersebut menyatakan: “Biasanya kalau ajarannya menyimpang hanya mempunyai pengikut terbatas dan tidak, berkembang”. Dalam fatwa tersebut MUI TIDAK mengeluarkan larangan terhadap aliran tersebut. Sebaliknya, walaupun memiliki muatan yang sama persis, Fatwa tentang Islam Jamaah berisikan larangan terhadap kelompok aliran tersebut karena dianggap menyimpang atau sesat. Fatwa MUI tentang Islam Jamaah akhirnya terbukti menjadi batu sandungan dalam kerukunan umat beragama di alam demokrasi dan kebebasan saat ini. Beberapa pokok ajaran Islam jamaah yang menjadi kontrovesi itu adalah: 1. Faham ini menganggap bahwa umat Islam yang tidak termasuk Islam Jama’ah adalah termasuk 72 golongan yang pasti masuk neraka, 2. Umat Islam harus mengangkat “Amirul Mukminin” yang menjadi pusat pimpinan dan harus mentaatinya, 3. Umat Islam yang masuk golongan ini harus dibai’at dan setia kepada “Amirul Mukminin” dan dijamin masuk surga, 4. Ajaran Islam yang sah dan boleh dituruti hanya ajaran Islam yang bersumber dari “Amirul Mukminin”. 5. Pengikut aliran ini harus memutuskan hubungan dari golongan lain walaupun orang tuanya sendiri, 6. Tidak sah shalat di belakang orang yang bukan Islam Jama’ah, 7. Pakaian shalat pengikut Islam Jama’ah yang tersentuh oleh orang lain yang bukan pengikutnya harus disucikan, 8. Suami harus mengusahakan agar isterinya turut masuk golongan Islam Jama’ah, dan jika tidak mau maka perkawinannya harus diputuskan, 9. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang direstui oleh “Amirul Mukminin”, 10. dan khutbah yang sah bila dilafazkan dalam bahasa Arab. Semua generasi muda LDII saat ini, yang tidak tahu menahu tentang Islam Jamaah ataupun Darul Hadist , merasa bingung, dan tidak mengerti, bagaimana sebagian oknum masih mengaitkan keberadaan LDII dengan aliran Islam jamaah. PERTAMA , apabila benar bahwa LDII adalah jelmaan Islam Jamaah maka fatwa MUI tersebut adalah sesuatu yang perlu dipertanyakan. Landasan fatwa tersebut penuh dengan kebohongan, atau pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta. Fatwa tentang Islam Jamaah dikeluarkan dengan cukup serampangan. Larangan terhadap faham Islam Jamaah penuh dengan muatan politik dan kepentingan-kepentingan sebagian golongan. Pernyataan “Bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu memancing- memancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan Negara”, misalnya, sama sekali tidak sesuai dengan fakta kondisi LDII. Semua program dan kegiatan LDII tidak pernah ada satupun yang berorientasi politik lebih-lebih tujuan untuk merebut kekuasaan. LDII adalah organisasi yang menjunjung tinggi dasar negara Pancasila dan UUD 1945 dan tidak diragukan lagi loyalitasnya pada pemerintah yang sah. Fatwa tersebut tidak sesuai dengan fakta itu sangat logis mengingat fungsi MUI saat itu yang belum sepenuhnya menjadi representasi umat Islam namun lebih sebagai bemper pemerintah orde baru yang terkenal sangat represif terhadap umat Islam. Asumsi KEDUA, apabila fatwa tersebut benar adanya maka LDII adalah BUKAN Islam Jamaah. Isu bahwa anggota Islam jamaah harus memutuskan hubungan dari golongan lain walaupun orang tuanya sendiri, itu tidak pernah terjadi di LDII. Ajaran LDII sebenarnya tidak berbeda dengan pemahaman umat Islam pada umumnya yang mewajibkan membina silaturahim dan hormat serta taat pada kedua orang tua. Saat inipun bisa dibuktikan, banyak keluarga jamaah LDII yang campuran, terdiri dari berbagai keyakinan namun tetap hidup berdampingan, rukun, dan harmonis. Jika ada yang bertanya apakah LDII berbentuk jamaah? Jawabnya tidak diragukan lagi, YA! Semua organisasi massa Islam di dunia ini adalah jamaah. Berjamaah adalah perintah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah azab. ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏«ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺍﻟﻔُﺮْﻗَﺔْ ﻋﺬﺍﺏ ‏» …sebagaimana sabda Nabi SAW: “Jamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah azab”. ﺑَﺎﺏُ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﻟُﺰُﻭﻡِ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ …، ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺑُﺤْﺒُﻮﺣَﺔَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻠْﻴَﻠْﺰَﻡُ ﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔَ،*… ‏[ ﺳﻨﻦ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦِ ‏] ‏[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ‏] : ﺻﺤﻴﺢ Barang siapa ingin di tengah-tengah Surga maka tetapilah jamaah Jamaah adalah perkumpulan umat Islam yang didalamnya diangkat seorang pemimpin dan masing-masing terikat dalam norma- norma dan aturan-aturan agama. Inti dari jamaah adalah PERSATUAN dan KEKUATAN. Oknum-oknum yang benci jamaah tidak lain adalah musuh Islam yang tidak ingin melihat umat Islam bersatu dan kuat. Apa jadinya kalau setiap orang Islam maunya beribadah sendiri-sendiri, tidak mau mengikatkan diri dalam perkumpulan umat Islam (Jamiatul Muslimin), tidak merasa memiliki pemimpin, tidak mau diatur dengan norma-norma, nilai-nilai yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadist? Dapat dipastikan bahwa satu generasi ke depan Islam hanya akan tinggal namanya karena itulah firqoh, pecah belah. Kekuatan Islam bukan karena banyaknya orang Islam. Kekuatan Islam ada di organisai-organisasi Islam. Tanpa ikatan organisasi yang terpimpin, umat Islam akan terpecah belah tidak memiliki kekuatan serta mudah diombang-ambingkan dan gampang dihancurkan. Islam telah tercerai-berai bahkan bentuknyapun tidak kelihatan. Bentuk asli Islam adalah JAMAAH. Bukan Islam kalau tidak berjamaah. Karena itu, jargon Ustadz Nur Maulana di TV bukanlah banyolan murahan penyegar suasana. Namun itu adalah kalimat mukjizat yang akan mempersatukan seluruh umat Islam di dunia. “Jamaa…. h, o, jamaah”

Kamis, 28 Agustus 2014

Ledek Pengadilan, Terdakwa Kasus ITE Hadirkan Saksi Ahli “Dunia Maya”

TABLOIDLUGAS.COM | Bekasi – Tampaknya informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang lebih umum bersinggungan dengan internet, memang difahami masyarakat awam sebagai dunia maya, tak terkecuali dengan Ustad Adam Amrullah. Sarjana ilmu komputer pelanggar UU ITE yang melakukan pencemaran nama baik terhadap Senkom Mitra Polri, ini menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli benar-benar yang urusannya dengan dunia maya alias alam gaib. Tercatat untuk kali kedua ia hadirkan saksi meringankan atas pelanggaran UU ITE yang menjeratnya. Namun lucunya, saksi ahli tersebut bukan ahli bidang ITE melainkan para ustad (guru mengaji). Pada sidang pekan lalu, yang dihadirkan adalah ustad Imam Nasa’i dan Ustad Imam Ismanto yang juga berprofesi sebagai satpam, dan pada sidang pekan ini, Senin (16/6) menghadirkan H. Dul Rachim Darmo, dan Ustad dari MUI H. Cholil Nafis. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Saryana dan dua hakim anggota Wahyu Setianingsih serta Fahimah Basyir. “Ya ustad kan urusannya juga sama dunia maya, yang ghaib- ghaib seperti jin, setan, surga, neraka… sama kan dengan internet?” tutur Roni, salah satu pengunjung, yang menilai terdakwa meledek pengadilan. Terdakwa Adam Amrullah terjerat pasal pelanggaran UU ITE akibat mengunggah video di youtube yang isinya mengaitkan Senkom dengan Islam Jamaah-sebuah perkumpulan pengajian yang menurut dokumen Kejaksaan Agung ada pada tahun 70-an, sedangkan Senkom sebuah ormas nasional dan terbuka, berbadan hukum sah, merupakan mitra kerja pemerintah yang baru berdiri tahun 2004 dan bergerak di bidang kamtibmas, kebencanaan serta bela Negara. Sejumlah kalangan melihat ini bagian dari cara kelompok yang terkait dengan terorisme menyerang kepentingan Polri dan pemerintah, yang secara kebetulan dilakukan terdakwa pada tahun lalu bersamaan dengan maraknya serangan- serangan terhadap anggota kepolisian pasca terbitnya buku Tadzkirah yang juga dikenal sebagai “baasyir code” di kalangan intelijen. Ormas lain yang juga mendapat tudingan Adam adalah LDII, organisasi keagamaan yang bersama 20 ormas islam lain tergabung dalam program deradikalisasi agama atau kontra terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam kesaksiannya Dul Rachim menyatakan bahwa antara Senkom dan LDII setiap bulan ada rapat, dan dana LDII juga mengalir ke Senkom untuk biaya operasional. Sebelumnya, Ketua Umum Senkom, Muhamad Sirot juga menjelaskan mengenai adanya MoU antara Senkom dan LDII. Sehingga menjadi suatu kewajaran dua organisasi berbeda yang memiliki kerjasama apabila secara berkala melakukan rapat pertemuan. Sejak kasus ini mengemuka, sejumlah unjuk rasa menuntut pembebasan Adam Amrullah juga dilakukan oleh JAT, MMI, FPI dan Forum Umat Islam Bekasi, bahkan sempat terjadi perusakan terhadap Kejaksaan Negeri Bekasi, dan beberapa pelaku ditahan. Terhadap para saksi yang diharapkan dapat meringankan terdakwa namun justru ikut melakukan pencemaran nama baik, statusnya tinggal menunggu waktu, naik status dari saksi menjadi tersangka. Dengan demikian terdakwa tidak lagi sendiri menjadi pesakitan. Saat ini, terdakwa Adam Amrullah yang merupakan tahanan kota PN Bekasi, adalah pegiat rukyah atau terapi alternatif yang kerap muncul usai subuh di acara Khazanah Trans7. [ L ]

Sidang Putusan Perkara Pencemaran LDII Berakhir Ricuh

TANJUNGPINANG--Sidang perkara pencemaran nama baik yang dilakukan Hazarulah Aswad, Sekretaris Forum Komunikasi Mesjid dan Mushalah terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berakhir ricuh, Rabu, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa. Massa FKMM dan LDII yang berada di dalam ruangan sidang nyaris bentrok setelah salah seorang pengurus LDII menunjuk tangannya ke arah Hazarulah. "Itu pendukung LDII, yang memprovokasi suasana sehingga bertambah panas," kata Hazarulah yang juga calon DPD dapil Kepri. Keputusan majelis hakim lebih tinggi 1,5 tahun dibanding tuntutan jaksa. Majelis hakim yang diketuai Antono Rustono buru-buru keluar dari ruangan sidang setelah terjadi keributan di ruangan sidang. Sementara Hazarulah sempat mengangkat kursi pengunjung di dalam ruang sidang, yang hendak dilemparkan ke arah salah seorang pengurus LDII. Namun aksi Hazarulah tersebut dapat dihentikan oleh pendukungnya dan juga pihak kepolisian. "Kami ajukan banding. Satu detik pun hukuman untuk saya, tetap saya tidak terima, karena ini persoalan Islam dan kebenaran," kata Hazarulah yang juga PNS di Departemen Agama Tanjungpinang. Dia mengungkapkan, keputusan hakim itu tidak objektif, lebih mengedepankan dendam dan nafsu. "Hakim miskin agama," katanya. Kasus pencemaran nama baik LDII terjadi pada 3 November 2007 ketika Hazarulah menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang bertemakan aliran sesat yang digelar RRI. Hazarulah menyebutkan ajaran LDII termasuk sesat. Itu berdasarkan buku-buku yang menjadi referensinya. Sementara hakim berpendapat, Hajarulah tidak memiliki hak menyebutkan LDII itu sesat. Lembaga yang berhak memutuskan LDII sesat ataupun tidak adalah MUI. Menurut hakim, LDII adalah lembaga resmi yang diakui MUI dan pemerintah. "Pernyataan Hazarulah di RRI itu dapat memecahkan persatuan bangsa dan menimbulkan keresahan warga LDII," kata Antomo Rustono. Hakim memutuskan, barang bukti berupa kaset dan lima buku yang menyebutkan ajaran LDII sesat milik Hazarulah dirampas untuk negara. "Kaset rekaman dialog interaktif di RRI dimusnahkan," kata Antono. Kuasa hukum LDII, Wa Ode Nur Zaenab mengatakan, keputusan majelis hakim mengejutkan bagi pengikut LDII. "Tapi kepuasan itu bukan pada lamanya hukuman yang diputuskan hakim, melainkan pada kebenaran bahwa LDII bukan aliran sesat sebagaimana yang ditudingkan berbagai pihak," kata Zaenab yang juga salah seorang pengurus Departemen Bidang Hukum LDII. Dia mengatakan, kasus yang sama juga terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bekasi. LDII selalu disudutkan oleh berbagai pihak. "Kasus LDII di Bekasi sudah diputuskan Mahkamah Agung. LDII menang," kata Zaenab. ant/pur

Sabtu, 23 Agustus 2014

Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Ayo Mengkaji Quran dan Hadist Bersama LDII – Lembaga Dakwah Islam Indonesia “Apakah anda ingin menguasai Ilmu Qur’an dan Hadist? Datang saja ke pengajian LDII terdekat atau langsung ke Pesantren-pesantren LDII di seluruh Indonesia” Mengaji Qur’an dan Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Mengaji Quran dan Hadist dilaksanakan secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di setiap kelompok pengajian LDII. Biasanya setiap desa / kelurahan terdapat satu kelompok pengajian di bawah koordinasi Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII. Materi pengajian adalah Al-Quran dan Al-Hadist. Untuk jamaah pada umumnya, agar mudah diamalkan, LDII mencetak Himpunan Hadist berdasarkan kitab atau kategori amalan tertentu, seperti: Kitabu Sholah, Kitabu Daawat, Kitabu Adab, Kitabu Manasik Haji dan lain-lain. Di LDII ada 15 Hadist Himpunan. Untuk level mubaligh dan ulama dalam LDII juga dikajikan Hadist Besar yang juga dikenal dengan Hadist Kutubu Sittah, terdiri dari: 1. Hadist Shohih Bukhari 2. Hadist Shohih Muslim 3. Hadist Sunan Abi Dawud 4. Hadist Sunan Nasa’i 5. Hadist Sunan Termidhi 6. Hadist Sunan Ibni Majah

Pantau LDII / ISLAM BERJAMAAH / QHJ

Wajibnya Mengkaji Quran dan Hadist Kewajiban mengaji Quran dan Hadist didasarkan pada dalil-dalil berikut: ﻭَﺃَﻥَّ ﻫَـﺬَﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍْ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑِﻜُﻢْ ﻋَﻦ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﻭَﺻَّﺎﻛُﻢ ﺑِﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ “Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti sembarang jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”. [Surah Al An’am ayat 153] 3338/678 – ﻣَﺎﻟِﻚٌ؛ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻝَ : ‏«ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺃَﻣْﺮَﻳْﻦِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻤَﺴَّﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴِّﻪِ ‏( 1 ‏) ‏» . ﻣﻮﻃﺄ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ … sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”. [Hadist Imam Malik fii Mautho' No. 3338/678] ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮْﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ … ﺍﻷﻳﺔ* ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ ١١ “Alloh mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.” [Surah Al-Mujadalah Ayat 11] … ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ‏(28 ‏) …sesungguhnya yang takut kepada Alloh adalah dari hambaNya yang berilmu sesungguhnya Alloh Maha Mulya Maha Pengampun. [Surah Fatir (35) ayat 28] ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻻً . ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ﺃﻳﺔ ٣٦ “Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tahu ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di pertanyakan kegunaannya.” [Surah Al-Isro' Ayat 36] 5027 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺠَّﺎﺝُ ﺑْﻦُ ﻣِﻨْﻬَﺎﻝٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌْﺒَﺔُ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﻋَﻠْﻘَﻤَﺔُ ﺑْﻦُ ﻣَﺮْﺛَﺪٍ، ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺳَﻌْﺪَ ﺑْﻦَ ﻋُﺒَﻴْﺪَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺴُّﻠَﻤِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ‏» ﺭﻭﺍﻩ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ “Dari Nabi bersabda : “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al- Quran.” [Hadist Shohih Bukhori No. 5027 Kitabu Fadhoil Qur'an] 2885 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﻤْﺮﻭِ ﺑْﻦِ ﺍﻟﺴَّﺮْﺡِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺍﺑْﻦُ ﻭَﻫْﺐٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦُ ﺯِﻳَﺎﺩٍ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺭَﺍﻓِﻊٍ ﺍﻟﺘَّﻨُﻮﺧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ، ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ ﻓَﻀْﻞ : ﺁﻳَﺔٌ ﻣُﺤْﻜَﻤَﺔٌ، ﺃَﻭْ ﺳُﻨَّﺔٌ ﻗَﺎﺋِﻤَﺔٌ، ﺃَﻭْ ﻓَﺮِﻳﻀَﺔٌ ﻋَﺎﺩِﻟَﺔٌ “ __________ ‏[ ﺣﻜﻢ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ‏] : ﺿﻌﻴﻒ …sesungguhnya Rasulullah salallohu alaihi wasallam bersabda:”Ilmu itu ada tiga, selain tiga itu adalah tambahan (tidak wajib dicari) ayat yang untuk menghukumi (Al-Quran) atau sunah yang tegak (Sunnah Nabi) dan ilmu faroid yang adil”. [Hadist Abi Dawud No. 2885 Kitabu Faroid]

Jumat, 22 Agustus 2014

Media Dakwah di Dunia Maya

Media Dakwah di Dunia Maya Dalam melaksanakan dakwah secara online di dunia maya ini ada beberapa media yang bisa kita manfaatkan Dakwah melalui Internet. Banyak orang mengatakan bahwa jaringan internet itu lebih luas daripada dunia ini. Dan itu memang benar adanya. Oleh sebab itu, banyak orang yang memanfaatkan jasa internet untuk mencari informasi dari berbagai belahan dunia. Begitu juga dengan dakwah. Dimana pun kita berada kita tetap bisa mengakses situs dakwah yang ada di internet. Begitu pun apabila kita ingin berdakwah melalui internet, kita bisa membuat blog kecil-kecilan kemudian mengisinya dengan materi-materi agama Islam, persoalan sekitar agama Islam, Fiqh Islam, sampai pembahasan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Juga dengan beberapa kisah teladan. Contoh situs dakwah yang ada di internet adalah http://www.dakwahonline.com Dakwah melalui Handphone Memberikan ceramah-ceramah agama Islam atau yang biasa disebut dakwah kini juga semakin marak dilaksanakan melalui handphone. Yaitu dengan mengirimkan sms-sms yang berisi pernak-pernik ajaran agama Islam. Walaupun cara seperti ini semakin digalakkan, banyak orang yang tidak menyukai cara seperti ini. Hal ini dikarenakan biayanya cukup mahal yaitu jauh diatas biaya sms biasa. Dan apabila kita ingin ikut menyumbangkan beberapa tausyiah atau ilmu-ilmu keagamaan juga cukup sulit. Malah hampir dikatakan tidak bisa. Karena kita hanya bisa menjadi member atau anggota saja dan mendapatkan sms tausyiah saja, tanpa bisa menyumbang. Meskipun demikian, tidak sedikit juga orang yang menggandrungi sms dakwah melalui handphone yang juga bisa dikatakan system dakwah secara online. Pengajian secara Online Ada lagi media yang saat ini banyak dimanfaatkan kaum muslim di Indonesia untuk berdakwah, yaitu pengajian secara online. Disarankan pengajian online ini diikuti secara berkelompok, antara 10 sampai 12 orang, tidak perseorangan. Karena meskipun tidak ada larangan bagi perseorangan untuk ikut, akan lebih banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan cara berkelompok ini. Untuk bisa mengikuti Pengajian secara Online dengan baik setiap kelompok/orang minimum harus mempunyai komputer minimum Pentium 3, yang dilengkapi dengan sound system yang jelas, dan koneksi internet yang cukup cepat untuk mendengarkan Streaming Audio dengan Windows Media Player, dan Yahoo Messenger pada saat yang sama. Akan lebih baik lagi kalau komputer juga dilengkapi dengan mic, agar bisa berkomunikasi dengan suara (voice chat). //** [Sumber: http://nuansaonline.net/ %5D

Mari Mengaji Online di TV Dakwah Online

Mari Mengaji Online di TV Dakwah Online Setelah sebelumnya hanya bisa diakses dengan lancar oleh netter di Indonesia, mulai hari ini Alhamdulillah TV Lantabur sudah bisa diakses 24 jam dari luar Indonesia. Artinya TV dakwah online bisa diakse di seluruh dunia. Silahkan bagi yang ingin mengaji Al-Qur’an dan Al-Hadits secara online bisa akses http:// www.lantabur.tv . Semoga bermanfaat untuk menambah sekaligus memperdalam pemahaman kita akan Quran dan Hadits.

Putusan Perkara Pidana Penghinaan Terhadap LDII

Putusan Perkara Pidana Penghinaan Terhadap LDII DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN!!! Putusan Mahkamah Agung RI No. 2312 K/Pid/2009 Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2312 K/ Pid/2009 yang telah berkekuatan hukum tetap tentang Tindak Pidana Dimuka Umum Menyatakan Permusuhan terhadap LDII melalui buku / media cetak / media elektronik dll. Menetapkan barang bukti berupa 5 (lima) buku copy berjudul: 1. CAPITA SELEKTA ALIRAN SEMPALAN DI INDONESIA 2. BAHAYA ISLAM JAMAAH LEMKARI LDII 3. KUPAS TUNTAS KESESATAN & KEBOHONGAN LDII 4. SEBUAH ALIRAN SESAT KHAWARIJ GAYA BARU 5. ALIRAN & PAHAM SESAT DI INDONESIA Karena buku-buku tersebut diatas oleh Mahkamah Agung telah dinyatakan DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN maka buku-buku tersebut tidak boleh dijadikan dasar/acuan untuk kepentingan apapun dan oleh siapapun. Jika ada seseorang / sekelompok orang yang membuat / menerbitkan / mengedarkan buku-buku untuk memojokkan LDII baik melalui media cetak / media elektronik dll maka secara hukum bisa diPidanakan. LDII di musnahkan putusan kasus penghinaan putusan mahkamah agung kasus penghinaan putusan mahkamah agung ri no 2312 k/pid/2009 putusan perkara pidana di surabaya Dengan ini Mereka menemukan LDII Surab

LDII Sekarang Ibarat Teori Gelombang

DR. M. Syafi’i Mufid, MA - Peneliti, Departemen Agama - Republik Indonesia LDII Sekarang Ibarat Teori Gelombang LDII yang saya ketahui itu kan sebuah organisasi Islam. Yang awalnya dari LEMKARI kemudian menjadi LDII. Nah, sebelumnya ada yang namanya Islam Jama’ah. Sebelum Islam Jama’ah, ada yang namanya Darul Hadits. Jadi, itu proses dimulainya sebuah tafsir terhadap ajaran-ajaran Islam tentang imamah (tentang jama’ah) kemudian implementasinya dalam bentuk gerakan, yang namanya gerakan Islam Jama’ah atau Darul Hadits. Sebetulnya, ajaran inti dari yang kita kenal Islam Jama’ah itu adalah mengenai kejama’ahan dan keimamahan. Apa yang dipahami dari kawan-kawan Islam Jama’ah itu adalah atsar- nya dari Sayidina Umar yaitu la islama illa bil jama’ah walajamaata illa bil imamah wala imamata illa bithoah wala thoata illa bil bai’at. Kemudian mamata laisa lahu biatun mata mitatan jahiliyatan, haditsnya maupun atsarnya itu, lazim di kalangan umat Islam. Tidak merupakan sesuatu yang aneh, artinya masyhur (umum, dikenal). Yang menjadi aneh pada waktu itu adalah, kalau orang tidak masuk jama’ah, mereka itu dianggap bukan Islam. Itu masalahnya. Nah, ini kekeliruan penafsiran yang banyak dilakukan oleh kelompok- kelompok. Kemudian oleh Majelis Ulama Indonesia dikatakan sebagai kelompok sesat. Itu adalah klaim kebenaran yang hanya ada pada mereka. La islama illa bil jama’ah. Kata-kata jama’ah itu hanya untuk Darul Hadits, Islam Jama’ah. Kan begitu awalnya. Mestinya tidak begitu. Jadi, Islam Jama’ah adalah Al jama’ah min jamaatul muslimin. Jadi, satu jama’ah dari jama’ah-jama’ahnya umat Islam. Umat Islam itu banyak jama’ahnya. Tidak satu-satunya. Nah, disini yang menjadi krusial itu. Bai’at itu, kalau kita kembali kepada sejarah sirah nabawiyah itu, kan ada bai’at aqobah, ada bai’atur ridwan. Nah, itu berbeda. Bai’at yang pertama itu, bai’at untuk menyatakan lailaha illallah muhammadurrasulullah, dan dia siap. Di Aqobah itu, orang Aus dan Hujrat yang datang menghadap Nabi itu, siap menerima kehadiran Nabi di Madinah, melindungi Nabi di Madinah, dan siap mengikuti ajaran Nabi Muhammad. itu bai’at aqobah. Kemudian bai’atur ridwan itu adalah umat Islam yang siap untuk menghadapi apapun yang terjadi. Ketika umat Islam mendapatkan berita bahwa utusan Nabi yang ke Mekkah itu di tahan oleh Quraisy, Utsman diutus untuk negosiasi dengan orang Quraisy. Waktu itu, Nabi tidak berkehendak perang, tapi ingin melakukan ibadah haji. Tapi akhirnya ditolak. Kemudian ada perjanjian. Kemudian Nabi kembali ke Madinah. Baru kemudian 2tahun berikutnya, Nabi pergi ke Mekkah. Nah, itu bai’at, dan ada bai’at lagi yaitu bai’at kepemimpinan ketika khalifah Umar membai’at Abu Bakar sebagai khalifah. Bai’at itu sebetulnya, ya kalau bahasa sekarang, bai’at kepada khalifah atau bai’at kepada khulafaur rosyidin. Ya, demokrasi itu dimana pemilih menyatakan aku setuju dengan anda. Nah, bai’at yang di LDII atau yang sejenis itu, hakikatnya adalah sama dengan bai’at kepada pemimpin. Pemimpinnya sebagai imam yang secara spesifik itu sama dengan bai’at orang-orang thariqot. Orang- orang thariqot juga bai’atnya untuk sami’na waatho’na terhadap guru atau mursyidnya. Nah kalau orang-orang Jama’ah ini sami’na waatho’na terhadap imamnya, itu sama dengan tidak masalah. Masih tetap dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syari’at. Nah, yang bertentangan adalah tidak ada imam yang lain kecuali imamku, dan membai’at imam yang bukan imamku, batal. Itu kafir. Itu yang keliru. Siapapun yang berpandangan eksklusif semacam itu, keliru. Dan itu ciri dari jama’ah-jama’ah yang eksklusif seperti itu. Ajaran manqul itu, sebetulnya ada dalam tradisi ulama-ulama nusantara, meskipun tidak dikatakan manqul. Itu kan ada istilah ijazah. Seorang ulama misalnya, saya pernah ngaji kepada guru saya untuk baca kitab ihya’. Setelah tamat baca ihya’, itu guru saya (kyai saya itu) memberikan ijazah kepada murid-muridnya yang mengikuti pengajian itu, termasuk saya, untuk sahnya membaca ihya’. Nah, saya bisa membaca ihya’, kayak begini itu dari guru saya. Guru saya itu mendapatkan kemampuannya itu dari gurunya. Itulah yang namanya silsilah. Manqul, kalau dipahami sebagai silsilah, kayak begitu. Biasa, wajar. Persoalannya, manqul itu adalah hadits yang diajarkan oleh gurunya. Itu sajalah yang benar. Tidak ada hadits yang benar kecuali yang diajarkan oleh gurunya. Padahal, jumlah hadits itu kan ratusan ribu. Nah, bagaimana dia bisa mengatakan hanya gurunya sajalah yang sah untuk meriwayatkan hadits ini. Kan lagi-lagi eksklusif. Di situ letak kekeliruannya. Manqul pada umumnya tidak ada masalah, karena dia tidak beranggapan bahwa hanya dengan jalan inilah orang bisa masuk syurga. Kecuali, kalau tidak mengikuti jalan ini, orang masuk neraka, di situ kemudian terjadi doktrin yang menyesatkan, karena jalan untuk menuju kebenaran itu banyak. hadits itu banyak. Kitab itu banyak pendapat. Nah, ini yang mereka itu tidak ada ketika masih dalam gerakan Islam Jama’ah. Nah, ketika sudah menjadi LDII, saya sudah mendengar, saya sudah membaca Keputusan Rakernas LDII tahun 2007 bahwa memang LDII sudah mengubah paradigma lama dengan paradigma baru, termasuk ajaran tentang Islam Jama’ah, ajaran Manqul, ajaran tentang Imamah, Keamiran dan lain sebagainya sudah dihilangkan. Mereka sudah mengikuti sawadul a’dhom. Itu tertulis. Nah, sekarang apa iya seperti itu, tanyakan kepada orang-orang LDII. Sepengetahuan saya, pernah suatu ketika saya shalat jum’at di Masjid LDII di daerah Dago (Bandung). Sampai orang-orang sebagian bubar, saya masih shalat di situ. Kemudian saya pergi. Saya tinggalkan Masjid itu, tetapi saya pergi ke rumah seorang teman yang berdekatan dengan masjid itu. Saya yakin mereka tidak tahu, kalau saya mampir di depan Masjid itu. Nah di rumah teman itu, saya perhatikan dari rumah jendela kaca, saya perhatikan betul bahwa tidak ada seorangpun yang mencuci tempat di mana saya duduk dan saya sujud di Masjid itu. Karena anggapan bahwa kalau saya bukan anggota LDII adalah najis atau orang bukan Islam, ternyata tidak ada sampai akhirnya datang waktu shalat Ashar. Ketika shalat Ashar, saya datang lagi ke tempat itu. Kemudian saya memperkenalkan diri. Saya salaman kepada mereka. Lalu terjadilah dialog. Dia tanya, ”Bapak dari mana?” Saya dari Departemen Agama, lagi ada Rapat Kerja di Badung. Kebetulan saya ada keperluan ketemu dengan teman yang rumahnya dekat sini. Lalu saya shalat disini. ”Saya mau tahu apakah sudah ada perubahan di kalangan teman-teman di LDII apa nggak?,” Katanya, kalau ada orang shalat di LDII, dicuci. Ketika saya lihat sendiri, kok tidak dicuci bekas tempat saya tadi. Nah itu gimana? Kata mereka, ”Itulah pak, fitnah yang terjadi, dimana saya mencuci bekasnya orang shalat, nggak ada, itu fitnah.” Apakah dulu memang pernah terjadi seperti itu, atau itu memang sudah terjadi perubahan? ”Saya orang LDII yang berhak untuk menjawab.” Pengalaman saya yang seperti itu tidak sekali saja. Pada waktu lebaran kemarin, saya juga shalat di Masjid Pantura yang di situ ada spanduknya yang bertuliskan ”Mengucapkan selamat Idul Fitri.” Pada kanan kiri spanduk tersebut, ada simbol Majelis Ulama Indonesia dan simbol LDII. Boleh saya katakan bahwa Masjid yang saya pakai adalah masjidnya LDII. Ternyata di situ, yang menjadi Imam Maghrib --waktu itu masih dalam bulan Ramadhan-- itu bukan orang LDII. Dan orang-orang LDII yang tinggal di sekitar masjid juga ikut berjama’ah di situ. Masjid di situ tempat lalu lalang (banyak orang), dan tidak ada cuci-mencuci itu. Itulah pengalaman saya terhadap LDII.

Rabu, 20 Agustus 2014

Tri Sukses Generus LDII

Tri Sukses Generus LDII adalah Lembaga Dakwah yang mempunyai Misi Memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan VISI LDII adalah Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik. Serta dalam pelaksanaannya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki program kerja untuk pembinaan generasi muda, Generasi penerus bangsa yang disingkat generus. Di lingkup kerja LDII dibentuk kelompok kerja (Pokja) Penggerak Pembina Generus ( PPG ). Di dalam Pokja PPG sendiri terdiri dari berbagai elemen diantaranya bidang perencanaan program, kurikulum, penggalang dana, penyedia sarana dan prasarana, dan sebagainya. Para pembina Generus LDII di tingkat terbawah yaitu Pengurus Anak Cabang (PAC) adalah dari unsur Ustad, mubaligh, pendidik dan pengurus muda-mudi/pengurus remaja dan orang tua. Lima Unsur (5 Unsur) ini adalah pelaksana di lapangan yang bertanggung jawab membina para generus, sementara PPG adalah pokja yang bertanggung jawab menggerakkan dan mensupervisi termasuk mensupport pelaksanaan pembinaan generus ini. Diharapkan dengan dibentuknya Pokja PPG dan 5 Unsur ini pembinaan Generus LDII yang merupakan Generasi Muda Bangsa Indonesia dapat lebih terprogram, terarah dan terukur dan dapat tercapai target keberhasilan Generus LDII khususnya dan Generasi Penerus bangsa pada umumnya mengingat pengajaran dan pembinaan generus ini bersifat terbuka untuk umum, mulai dari tingkat cabe rawit (usia PAUD sd SD kelas 6), Pra Remaja (Usia SMP), remaja/muda-mudi (SMA ke atas sd usia 30 tahun yang belum menikah), kegiatan pengajian ini dapat diikuti umum tidak hanya warga LDII saja. Tri Sukses Target Keberhasilan Generus LDII 1. Faqihun Fiddin ( Memiliki Kefahaman Agama) 2. Akhlaqul Karimah ( Memiliki Akhlaq Mulia/ budi Luhur ) 3. Memiliki Jiwa Kemandirian Pembinaan Generus Cabe Rawit LDII Semoga target ini menjadi sumbangsih LDII dalam pembangunan manusia seutuhnya dalam pembinaan generasi muda Indonesia yang Unggul, Generasi Professional Religius. ( ldiibali.worpdress.com ) Semoga Alloh SWT memberi keamanan, keselamatan, kelancaran, keberhasilan dan kebarokahan … amiin Bagikan ini: Twitter Facebook 22 Tri Sukses Generus LDII

Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ?

Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ? Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI ? – Saya beberapa kali di tanya tentang masalah LDII SEsat dan Bagaimanakah Tanggapan MUI terhadap LDII. Dan beredar berita di internet bahwa ldii itu sesat dan mui mendesak pemerintah supaya ldii dibubarkan. Akhirnya, saya mencoba mendapat jawaban dari Ketua LDII Surabaya, Bapak Amin tentang kebenaran bahwa MUI mendesak pemerintah supaya ldii di bubarkan. Selain itu saya juga mencari referensi yang valid tentang ciri ciri aliran sesat di indonesia. Apakah LDII Sesat Dan LDII Menurut MUI Aliran sesat itu ada sepuluh kriteria, yaitu: Mengingkari salahsatu rukun iman dan rukun Islam. Mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-quran. Mengingkari kebenaran Al-quran. Melakukan penafsiran Al-quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam. Menghina, melecehkan atau merendahkan para nabi dan rasul. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir. Mengubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syar’i. Mengkafirkan sesame muslim tanpa dalil syar’i. Organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan ini masjidnya dikelolanya terbuka untuk umum, tidak mengkafirkan atau menajiskan seseorang, LDII juga juga mau diimami orang lain, dengan mengikuti ijtima’ ulama untuk melaksanakan taswiyah almanhaj dan tansiq alharoqoh sebagaimana hasil Rakernas LDII 2007. LDII menerapkan metode berfikir dalam mentolerir adanya perbedaan, sepanjang masih dalam koridor faham keagamaan ahlussunnah waljamaah dalam pengertian yang luas. Serta penyamaan metode gerakan dalam mensinkronisasi, mengoordinasi dan mensinergikan gerakan umat Islam di bawah payung MUI. Dengan adanya sepuluh kriteria aliran sesat yang dikeluarkan oleh MUI, kini orang tidak boleh lagi sembarangan menyebut sesat terhadap organisasi Islam termasuk LDII. Karena LDII itu tidak sesat. Justu sebaliknya, LDII mengajak kepada umat untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam berdasarkan Al-quran dan Hadis, sebagaimana ormas Islam pada umumnya. Karena LDII yakin dengan ilmu dan amalan berdasarkan Alquran dan Hadis, serta diniati karena Allah SWT, maka termasuk sebagai ahli syurga.Dengan memahami dan mempelajari 10 kriteria tsb di atas, maka LDII tidak termasuk di dalamnya dan ldii tidak sesat.

Kemakan Omongan "LDII sesat"

Kemakan Omongan “LDII Sesat” Posted on March 17, 2014 by Handi Prasetyo Kemakan Omongan “LDII Sesat” – Saya Asli orang jogja, saya pernah mendengar bahwa isu atau kabar miring mengenai LDII , banyak orang yang menyebutkan LDII itu sesat , isu yang paling marak beredar “jika oranglain solat dimasjid LDII, Lantainya di PEL” – adalagi “Orang LDII itu tidak mau menikah dengan orang Luar LDII” kemudian disimpulkan bahwa LDII adalah Aliran Sesat. Saya sempat kemakan omongan dan percaya dengan kabar tersebut. Itu sebelum saya menjadi Seorang Mahasiswa. Namun saya harus bisa berfikir Dewasa dan Mencoba mencari tahu yang sebenarnya, benarkah apa yang di omongonkan oleh orang mengenai LDII Sesat. Biasa, saya memang orangnya KEPO belum puas hanya kata orang. Kini Saya kuliah disalah satu perguruan tinggi di jogjakarta, saya punya teman orang LDII yang menurutku baik-baik saja bahkan mengajarkanku tuntunan Agama berdasarkan 2 pedoman yang telah Nabi Muhammad SAW (Al-Quran dan Alhadist), Saya bertanya kepadanya Langsung. Jika solat dimasjid LDII, Lantainya di PEL Gung, aku memanggilnya saya mau tanya benar ga sih kalau orang selain LDII itu solat di Masjid LDII langsung di PEL?? Dia tersenyum sambil menjawab : “ BENER.. Kalau melihat orang tersebut Masuk Masjid (Rumah ALLAH) dari Kamar Mandi/ WC tapi dia tidak Pakai Sandal alias Kakinya NAJIS , kan WC tempat Buang HAJAT . kalau Kaki nya SUCI no-Problem, kita perlu mengagungkan Rumah Allah dong, masa’ melihat seperti itu di biarkan, bisa bisa Najisnya Rata ke seluruh Masjid = Solat semua orang tidak sah karena masjidnya Najis”. Orang LDII itu tidak mau menikah dengan orang Luar LDII Tanya lagi Gung, Orang LDII itu tidak mau menikah dengan orang Luar LDII?? : Dia Menjawab ” Bener… Termasuk saya, saya berusaha mencari Wanita dari LDII terutama yang telah memiliki banyak Ilmu Agama dengan begitu bisa Se Faham dalam melaksanakan Ibadah berdasarkan Tuntunan yang sama yaitu Quran dan ALhadist.” sebenarnya bukannya Ga boleh nikah sama orang yang bukan LDII , yang bener itu Ga Boleh Nikah sama orang yang ga pernah Ibadah apalagi Tuntunannya banyak Syiriknya. Dari beberapa pertanyaan yang saya tanyakan dan teman saya menjawab dengan baik, menurutku Bener dan Masuk Akal dan Sesuai Tuntunan Al- Quran dan Alhadist. Menyikapi pertanyaan pertama : Setuju, kalau orang masuk masjid dalam keadaan tidak suci apalagi usai dari WC dan tidak pakai sandal pasti meragukan keadaan kakinya yang kemungkinan ada Najis dari Kencing barang kali. Menyikapi pertanyaan Kedua : Hemm… Iya sih saya juga kalau cari jodoh pasti yang sefaham , karena dalam perjalanan pernikahan (rumah tangga) pasti akan ada pola pikir yang harus sama antara suami dan istri kalau tidak sama bisa bisa ujung ujungnya Cerai. Saya akan lebih banyak belajar… dan tidak Termakan Omongan kebanyakan orang. Kalau saya simpulkan orang orang yang menebarkan berita Miring biasanya sakit hati atau Dendam.

Inilah Alasan Anda Harus Kepo dan Tabayyun pada LDII

Inilah Alasan Anda Harus Kepo dan Tabayyun pada LDII Pernahkan anda mendengar kata “KEPO”? Kata ini menjadi populer akhir-akhir ini. KEPO sebenarnya adalah sebuah singkatan. KEPO merupakan akronim dari Knowing Every Particular Object. Dalam Bahasa Indonesia, KEPO adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu. Walaupun hanya sekelebat, selama sesuatu itu lewat dihadapannya, maka ia akan tahu tentang hal itu. Lalu, pernahkah anda mendengar kata LDII? Singkatan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia . Orang yang bertipikal KEPO akan berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang LDII. Apakah LDII sebuah makanan? Apakah LDII nama organisasi? atau apa? Tanya orang KEPO ini dalam hati. Sumber: Anda KEPO dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)? Akhirnya berpetualanglah orang KEPO ini. Ia bertanya kepada Om Google. Tak puas sampai disitu, ia pun bertanya kepada orang yang ada disekitarnya. Walhasil, kini sang KEPO telah menemukan seputar info tentang LDII. Namun, cukupkah sampai disini? Apakah info yang didapat melalui internet sudah bisa dipercaya? Apakah info yang didengar dari orang juga dapat dipercaya? Jawabnya tentu belum. Nah, disinilah perlunya tabayyun. Disini, ada 2 tipe orang KEPO. Pertama, orang KEPO yang tabayyun. Ia mau mencari kebenaran. Dalam bahasa sehari-hari, ia mau cek and ricek. Ia berpikir logis. Orang ini berupaya mencari tahu tentang LDII sebab keheranannya pada LDII yang semakin berkembang dimana-mana. Ada apa dengan LDII? Secara bersamaan, ia tetap mengedepankan positive thinking dan klarifikasi. Ia tidak terjebak pada berita miring. Ia tidak enteng dalam membenarkan apa yang ia lihat atau dengar dari informan. Jalan keluarnya ia datang langsung ke tempat pengajian LDII. Ia ingin buktikan apakah LDII benar-benar jelek seperti yang diisukan? Kedua, orang KEPO yang tidak mau bertabayyun. Tatkala ia mencari tahu tentang LDII, semua infomasi ia lahap. Ucapan orang yang masih sebatas gosip dimakan mentah- mentah. Berita miring pun ia masukkan ke benaknya. Tanpa ada filter yang ia pakai. Apa yang terjadi? Orang KEPO yang kedua ini akan mempercayai isu yang belum tentu kebenarannya. Kalau sudah seperti itu, yang akan muncul dipikirannya adalah sikap antipati dan berburuk sangka. Dalam hal ini, KEPO sebenarnya wajar. Selama berada pada jalur yang benar. Sedangkan tabayyun wajib hukumnya. Jangan sampai karena kebencian secara personal membuat kita tidak mau mencari kebenaran yang sesungguhnya. Tabayun Untuk Hindari Perpecahan Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Adapun menurut istilah, tabayyun berarti meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum atau kebijakan hingga jelas benar permasalahannya. Bertabayyun sendiri adalah perintah Allah SWT. Di dalam kitab suci Alquran, Allah telah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang pada kalian orang fasik membawa suatu kabar, maka kalian telitilah, jangan langsung terima, jika kalian tidak meneliti, kalian terpengaruh pada kaum yang bodoh dan kalian akan menyesal pada apa-apa yang kalian kerjakan”. (QS. Al Hujurot 6). Disamping itu, untuk menciptakan bangsa yang kuat dan sejahtera maka kunci suksesnya ialah persatuan dan kesatuan. Untuk itu, masyarakat haruslah menjauhi perpecahan. LDII Didiskreditkan Tahukah anda bahwa selama ini tak sedikit orang yang belum tahu LDII malah memberitakan negatif tentang LDII. “Oh, LDII itu organisasi sesat dan menyesatkan, suka tukar menukar isteri, kalau masjid LDII dimasuki oleh orang non-LDII maka masjid itu akan dipel”. Inilah isu santer yang puluhan tahun berkembang dimasyarakat. Tidak perlulah penulis menyebut oknum yang kerap mendiskreditkan LDII. Tak pantas pula menyebut institusi, website, personal yang kerap membuat berita yang isinya memecah belah umat islam. Rasanya itu tak perlu. Yang penting adalah membangun kesadaran untuk saling menghargai antar sesama. Selama masih sebatas perbedaan furuiyah, itu sah-sah saja. Yang penting aqidah kita sama, Allah SWT Tuhan kita dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Tak terkecuali, akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya mantan LDII dengan gencar menyerang institusi yang dulu pernah mereka ambil ilmu agamanya. Sebelumnya mereka telah aktif dilingkup LDII, kemudian disebabkan sesuatu hal mereka lalu pindah kelain hati. Bahkan, mereka memfitnah LDII. Kebanyakan motifnya karena sakit hati. Padahal, islam telah mengajarkan kerukunan dan cinta kasih antar sesama umat islam. Sekarang ini mereka sedang bersemangat blusukan ke beberapa tempat. Tujuannya adalah untuk menantang debat, menyebar berita bohong dan menanamkan kebencian kepada masyarakat. Bukannya warga LDII tak bisa berdebat, namun LDII memperhatikan ukhuwan islamiyah, wathoniyah dan basyariah. Bagi LDII, bantah- bantahan bukanlah solusi atas permasalahan. Perdebatan lebih banyak mudhorot dari pada manfaatnya. Oknum yang selalu berupaya menyebar fitnah adalah oknum yang bermaksud melemahkan umat. Mereka tidak ingin umat islam saling bekerjasama dan rukun. Maka berhati-hatilah pada orang yang mengaku pernah menjadi warga LDII, namun diberbagai forum malah memprovokasi umat Islam. Sehubungan dengan itu, media pula hendaknya berimbang dalam membuat berita. Prinsipnya, media supaya tetap menjaga kerukunan umat. Caranya ialah dengan membuat berita yang memenuhi unsur cek and ricek, klarifikasi, verifikasi fakta, dan cover both side. Media massa jangan memperkeruh suasana. Argumen yang kita bangun haruslah menggunakan logika berpikir yang logis. Ide yang kita tawarkan jangan melompat-lompat dengan hanya mengambil potongan berita tanpa analisis. Kita sadar tidak semua ucapan seseorang itu benar. Termasuk, tidak semua tulisan yang ada dimedia itu valid. Tergantung dari siapa penulis atau pemilik media. Sebab itulah, tabayyun menjadi urgen. Selera orang itu bermacam-macam. Ada yang suka Fanta, ada yang suka Coca-Cola, ada yang suka Teh Botol. Macam-macam kesukaan orang. Begitupula dengan ormas LDII. Dimana LDII adalah sebuah wadah. Apapun nama wadahnya, namun tetap berpedoman pada Quran dan Hadis maka kebenaran telah menjadi jaminan. Legalitas LDII LDII organisasi legal dan bervisi misi yang jelas. Visi LDII : menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik. Sumber: Surat Rekomendari Kemenag Tentang LDII Sumber: Fatwa MUI tentang LDII Sumber: Akta Notaris Pendirian LDII Sumber: Keputusan Menhukham tentang LDII Sumber: Inilah NPWP LDII Sumber: Surat Keterangan Terdaftar (SKT) LDII Misi LDII : “Memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Isu yang Beredar Dikhalayak ramai, LDII masih dipandang sebelah mata. Ada pihak yang mengatakan jika orang non-LDII masuk ke masjid LDII, maka masjid LDII akan dipel. Mari berpikir secara logis. Jika isu ini memang benar maka orang LDII adalah orang tersibuk di Indonesia. Sebab mereka akan mengepel masjid setiap waktu sholat. Betapa berat dan melelahkan. Inilah alasan kita harus kroscek. Sebaiknya kita bertanya lebih lanjut. Apakah memang seperti itu keadaannya? Mari lihat dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Janganlah kita terjebak dalam politik monolirealitas. Kita menganggap bahwa kita yang paling benar. Diluar kita salah. Itu tentu tak benar. Sebab untuk mengukur benar atau tidaknya sesuatu ada alat ukurnya, yakni standar baku. Dalam islam, yang menjadi standar baku ialah Quran dan Hadis. Untuk mengukur bahwa LDII benar atau tidak maka pelajarilah Quran dan Hadis. Lalu, teliti apakah yang LDII lakukan selama ini bertentangan dengan nilai-nilai Quran dan Hadis atau tidak. Pada faktanya, yang LDII kaji setiap waktu hanyalah 2 kitab ini. LDII Jadi Fenomena Abad ke-21 LDII telah membuktikan eksistensinya di Indonesia dan dunia. Di Indonesia sendiri, LDII turut membantu pemerintah diberbagai bidang. Mulai dari agama, pendidikan, ekonomi, sosial budaya dll. Pada Januari 2014 yang lalu, LDII telah menyebar di 42 negara. LDII pun banyak menjadi pembicaraan hangat kalangan bawah, menengah hingga atas. LDII ramai diperbincangkan karena memiliki tujuannya yang mulia, yakni mengajak manusia untuk memurnikan ibadah kepada Allah SWT. Harapannya satu, untuk masuk ke dalam surga dan terhindar dari api neraka. Makassar, Kamis 6 Februari 2014

7 MANFAAT MENIKAH DI USIA MUDA

7 MANFAAT MENIKAH DI USIA MUDA
ilustrasi menikah muda © pakarcinta.com
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para
syabab untuk menikah. Umumnya, istilah syabab
diterjemahkan sebagai “pemuda.” Berapakah usianya?
Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini
menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah
mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga
puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan),
maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti,
banyak manfaat menikah di usia muda sebagaimana
perintah Rasulullah ini.
ﻳَﺎﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ : ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ
ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu
maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan
pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan
barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia
berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)
1. LEBIH TERJAGA DARI DOSA
Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia
muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan
lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah
di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina
mata, zina hati, maupun zina tangan.
2. LEBIH BAHAGIA
Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika
Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang
merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah
mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.
Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka
umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan
muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan,
ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan
akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy
dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar
Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab
(..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang
sedikit.”
3. LEBIH PUAS DALAM BERCINTA
Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan
jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih
lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada
2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun
terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.
Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –
diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima-
membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini
bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis
perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur
rahimnya dan lebih hangat farjinya…”
4. EMOSI LEBIH TERKONTROL
Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan
pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah
tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini
dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan
adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.”
Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat
21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada
tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut,
menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi
kesehatan dan mengontrol emosi.
5. LEBIH MUDAH MERAIH KESUKSESAN
Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai
jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu.
Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih
tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan
stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir
dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari
maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-
orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang
menikah di usia 20-an.
6. LEBIH BAIK BAGI MASA DEPAN ANAK-ANAK
Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti
menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa
saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi
salah satu pertimbangan.
Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda
dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum
mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-
anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan.
Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan
jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup
enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.
7. LEBIH BANYAK PAHALA
Dengan menikah, seseorang mendapatkan ladang pahala
yang lebih luas. Jika biasanya ia hanya mendapatkan pahala
dari ibadah yang dilakukannya, dengan menikah seorang
muslimah mendapatkan pahala dari berbakti kepada suami.
Sang suami pun demikian, ia mendapatkan pahala atas
kebaikannya pada istri dan anak-anaknya. Bahkan,
disebutkan dalam hadits, nafkah yang diberikannya kepada
istri dan keluarganya pun termasuk sedekah. Masya Allah…
Wallahu a’lam bish shawab. [BedaMedia]
1 jam · Muballeg dan muba...

Ternyata LDII Punya Menara Masjid Tertinggi di Indonesia

Ternyata LDII Punya Menara Masjid Tertinggi di Indonesia

05 Nov 2013 | 14:00
Kata "menara" berasal dari Bahasa Arab"منارة" yang dibaca : manārah. Sedangkan menurut Wikipedia, menara ialah ialah sebuah struktur buatan manusia dan tingginya lebih dari lebarnya. Menara selalu dibangun untuk menjadi sebuah mercu tanda sebuah organisasi. Karena itu, menara dibangun dengan arsitektur indah dan cantik.
Lalu, apa tujuan pembangunan menara? Menara dibangun dengan tujuan untuk menguatkan tanah, pariwisata, dan menyebarkan bunyi (suara adzan dari masjid).
Penasaran dengan menara masjid tertinggi di Indonesia? Baca lanjutan artikel ini. Menara masjid tertinggi di Indonesia berdiri kokoh di Kediri, Jawa Timur. Tepatnya disisi utara Masjid Baitul A’la, Pondok Pesantren Wali Barokah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
Sumber: Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
Ponpes Wali Barokah LDII, Burengan, Kediri, Jawa Timur
Sumber: Ponpes Wali Barokah LDII, Burengan, Kediri, Jawa Timur
Menara tersebut bernama “Menara Asmaul Husna”. Sesuai dengan namanya menara ini tingginya 99 (sembilan puluh sembilan) meter. Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang baik.
Menara Asmaul Husna Ponpes Walibarokah LDII Kediri
Sumber: Menara Asmaul Husna Ponpes Walibarokah LDII Kediri
Berdiri tegak
Sumber: Berdiri tegak
Pada bagian pucuk menara yang memiliki 23 lantai ini memiliki kubah yang berlapis emas seberat 60 kg.
Kubah emas menara
Sumber: Kubah emas menara
Menara yang dibangun swadaya oleh warga LDII itu menelan dana hingga Rp 15,8 milyar.
Puncak Menara Asmaul Husna, emas 60 kg
Sumber: Puncak Menara Asmaul Husna, emas 60 kg


Anda dapat melihat Menara Asmaul Husna dari berbagai pelosok Kota Kediri. Sebaliknya, anda pun dapat melihat seluruh penjuru Kota Kediri dari ketinggian setiap balkon menara. Menara Asmaul Husna saat ini telah menjadi ikon Kota Kediri yang sangat indah dan mudah terlihat dari kejauhan. Bandingkan dengan Monas Jakarta yang tingginya 132 meter (433 ft).
Interior Menara Asmaul Husna
Sumber: Interior Menara Asmaul Husna
Menara Asmaul Husna berdiri berdiri kokoh di sebelah utara Masjid Baitul 'Ala dan sebelah barat gedung asrama putri (astri) Ponpes Wali Barokah. Menara yang dahulu terbuat dari bambu yang diikat bertingkat-tingkat ini dirancang oleh Tim Perencanaan Ponpes Wali Barokah. Tim perancang dipimpin oleh H. Nurdin. Menara ini menjiblak bentuk menara Masjidil Harom yang ada di Mekah Al-Mukarromah.
Unik dan gagahnya Menara Asmaul Husna Kuno, tersusun dari bambu
Sumber: Unik dan gagahnya Menara Asmaul Husna Kuno, tersusun dari bambu
Bangunan yang menjadi kebanggaan warga LDII ini memiliki 2 lantai sebagai struktur dasar, 5 ruas yang menonjol keluar menjadi teras dan 2 balkon yaitu teras yang beratap.
Menara Asmaul Husna mulai dikonstruksi pada Bulan Juli tahun 2000 dan selesai pada September 2003. Pada Jumat (23/01/2009) mantan Wapres RI, H. M. Jusuf Kallameresmikan menara Asmaul Husna tersebut.
Publikasi media, Bapak JK resmikan Menara Asmaul Husna
Sumber: Publikasi media, Bapak JK resmikan Menara Asmaul Husna
Menara Agung "Asmaul Husna" tampak eksotis dalam sorotan cahaya yang bersinar terang dimalam hari. Begitupula relung balkon dan kubah tak kalah elok di siang hari.
Menara Asmaul Husna disiang hari
Sumber: Menara Asmaul Husna disore hari
Petang menyelimuti Menara Asmaul Husna
Sumber: Petang menyelimuti Menara Asmaul Husna
Kecantikan Menara Asmaul Husna dimalam hari
Sumber: Kecantikan Menara Asmaul Husna dimalam hari, Sumber : LDIISidoarjo
Secara filosofi Menara Asmaul Husna merupakan identitas warga LDII. Disamping itu, Menara Asmaul Husna menjadi simbol kemurnian dan kebenaran agama islam yang dibawa oleh LDII.
Saat penulis mencoba naik ke atas menara maka penulis merasakan sensasi menegangkan. Angin yang bertiup dari sela-sela tembok menara mengibas-ngibas rambut. Kaki bergemetar saat penulis keluar ke teras. Kurang lebih penulis membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke puncak menara.
Salah seorang pengunjung sedang berpose
Sumber: Salah seorang pengunjung sedang berpose
Suatu keberuntungan jika anda dapat berkunjung kesana. Saat anda berada di atas menara maka pemandangan yang akan anda lihat sungguh menawan. Anda dapat melihat Stadion Brawijaya dengan jelas. Anda pula dapat melihat Pabrik Rokok Gudang Garam dan seantero Kota Kediri.
Menara Asmaul Husna bersanding dengan cahaya purnama
Sumber: Menara Asmaul Husna bersanding dengan cahaya purnama
Selasa, 5/11/2013

Info penting banget dan bagus


Info penting Dan bagus banget:
Alhamdulillaah LDII pertengahan agustus '14 yg lalu kedatangan
utusan ma'had haromain yai tu syeikh abdullah, bertempat di
pondok LDII di jaktim dihadiri
ratusan muballigh sejawa barat. Acara trsbt
menghasilkan atau membahas diantaranya:
1) bab tauhid
2) membenarkan keamiran dan bentuk Jamaah kita
3) syekh abdullah merasa senang karna semua
informasi tentang kejelekan kita yg sebelumnya
mereka dapat dr para mantan maupun salafi, itu tidak benar
alias terbantahkan.
4) saat acara, diadakan KUIS menyebutkan dalil hadits yg
ditanyakan oleh syekh abdullah, dan alhamdulillah banyak
mubaligh kita yg bisa menjawabnya. dan setiap yg bisa
menjawab, dikasi duit Rp 300.000 oleh syekh!
5) dan syekh memberikan kuota beasiswa mondok di ma'had
harom sebanyak 60 orang utk mubaligh kita, subhanallah!
saat ini saja mubaligh kita yg sedang belajar di sana
sdh 15 orang kita senang dan bangga bukan main,
apalagi ntar 60 orang yg bakalan mondok..
joss!
pasti para mantan makin nyesel tuh khoroja
6) syekh abdullah membantah fitnah yg menyebutkan bahwa KH
Nurhasan itu tidak pernah menuntut ilmu di ma'had haromain,
melainkan jualan nasi bungkus, dan
ilmu yg didapat adalah hasil karangan (biadab!)
menurut syekh abdullah, KH Nurhasan adalah BENAR murid dari
gurunya (syekh Yahya) dari gurunya (syekh umar hamdan).
syekh H Nurhasan juga dikenal sebagai murid syekh Umar
Hamdan yg CERDAS, PINTAR, JENIUS DAN JADI
PANUTAN diantara murid2 syekh Umar Hamdan.
ya Allah, alhamdulillah..
kemantapan tentang Jamaah ini akan semakin HEBAT jika kita
mendengar nasehat dr pak diky sunaryo tentang sejarah
perjuangan H Nurhasan membentuk
dan merintis keamiran dan Jamaah..
kenapa ?
kemarin disuatu Daerah, ada Jamaah yg Sudah
khoroja dan terpengaruh SALAFI, saat ada pengajian pak diky
sunaryo, dia menyusup Dan ikut pengajian.
alhamdulillah Allah paring, selesai pengajian, sang MANTAN ini
langsung menemui imam Daerah disitu dan menyatakan tobat
dan minta bt lagi karna baru
tau secara detail bagaimana sejarah H Nurhasan ini dirintis..
semoga barokah utk kelestarian Jamaah, amiiin
Dicopas dr Mansur Mbc, diverifikasi dan diedit seperlunya oleh
Rikhie Supriyadi JOKAM United 2.0. Agustus '14